Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelni: Tahun 2024, Rute KM Kelud Tak Lewati Kijang

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelni: Tahun 2024, Rute KM Kelud Tak Lewati Kijang Doc: ANTARA/Fransisco Carolio
Ket. KM Kelud di Pelabuhan Belawan, Medan.

MEDAN - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Medan menyatakan, rute baru KM Kelud pada tahun 2024 tidak lagi melewati Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan, Kepulauan Riau.

"Ada penyesuaian rute kapal penumpang Pelni untuk efektivitas kegiatan operasional," ujar Kepala cabang PT Pelni Medan Biwa Abi Laksana di Medan, Rabu (24/1).

Biwa melanjutkan, pada tahun 2024, rute KM Kelud adalah Tanjung Priok (Jakarta), Batam, Tanjung Balai Karimun, Belawan, lalu kembali ke Tanjung Balai Karimun, Batam dan Tanjung Priok.

Adapun pada rute sebelumnya, KM Kelud memiliki dua rute yakni A dan B di mana Pelabuhan Sri Bayintan termasuk di rute B dengan tujuan Tanjung Priok-Kijang-Batam-Belawan-Batam-Kijang-Tanjung Priok.

Selain untuk efektivitas operasional, Biwa menyebut bahwa alasan lain kenapa Pelabuhan Sri Bayintan Kijang tidak masuk sebagai jalur KM Kelud adalah pertimbangan bahwa di sana sudah ada beberapa kapal yang berlayar ke Jakarta.

Dari Kijang, ada kapal Pelni yang bertujuan ke Jakarta yaitu KM Umsini dan KM Bukit Raya.

Kemudian, Biwa menambahkan, pengguna KM Kelud tidak terlalu banyak yang mengarah ke Kijang.

"Pengguna KM Kelud banyak yang ke Batam, Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Priok," kata dia.

Di luar KM Kelud, ada lima kapal Pelni lain yang mengalami penyesuaian trayek yakni KM Tidur, KM Binaiya, KM Umsini, KM Lawit dan Kapal Feri Cepat (KFC) Jetliner.

Terkait rute laut, Pelni Medan juga sudah mengajukan usulan penambahan rute Belawan-Batam pulang pergi ke PT Pelni (Persero) menjadi dua kali seminggu.

Namun, rencana yang digaungkan karena banyaknya permintaan masyarakat itu masih terus didiskusikan di internal Pelni.

PT Pelni Medan menyatakan bahwa nyaris 75-80 persen penumpang dari Pelabuhan Belawan bertujuan ke Batam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.