Gerak Cepat, Pemkot dan Rumah Sakit di Kota Serang Kolaborasi Penanganan Stunting
Kamis, 25 Jan 2024, 00:37 WIBSerang - Gerak cepat, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama dengan rumah sakit daerah dan swasta melakukan kolaborasi dalam penanganan stunting.
Pj Wali Kota Serang, Yedi Rahmat, di Serang, Banten, Rabu, mengatakan penuntasan dan penanganan stunting merupakan program prioritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah.
"Upaya Pemkot Serang untuk menurunkan angka stunting terus dilakukan, termasuk bekerja sama dengan perusahaan dan rumah sakit yang ada di Kota Serang untuk turut menjadi bapak asuh bagi anak-anak stunting," katanya.
Dia mengatakanseluruh direktur rumah sakit yang hadir telah setuju dengan program Pemkot Seranguntuk bersama menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting dengan keadaan ekonomi yang kurang memadai.
"Kami mohon dukungannya untuk penanganan stunting dan gizi buruk serta hal lainnya, dan pihak rumah sakit siap mendukung program pemerintah, salah satunya menjadi bapak asuh," katanya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga akan turut membantu memfasilitasi secara medis maupun perkembangan usai pemeriksaan medis.
"Bentuk dukungannya dari rumah sakit,misal ada anak yang terindikasi stunting, bermasalah dengan gizi, kami minta ke teman-teman rumah sakit untuk dapat memfasilitasi dengan tidak memberatkan biaya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin, mengatakan data stunting di Kota Serang tahun 2023 sebanyak 1.274 balita. Angka tersebut turunjika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 1.586 anak stunting.
Ia mengatakanpenyebab terjadinya stunting sangat beragam, mulai dari pola asuh orang tua, asupan gizi pada anak, hingga pola hidup calon ibu pada saatkehamilan juga menjadi faktor pendorong terjadinya stunting pada balita.
"Anak stunting ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, maka dari kita juga melakukan beberapa program untuk mengentaskan stunting di antaranya memberikan alat antroprometri elektronik pencatatan gizi berbasis masyarakat di seluruh Posyandu," katanya.
Ia menjelaskanalat tersebut untuk mengukur pajang dan tinggi badan balita sehingga bisa terdeteksistunting atau tidak, dan alat ituakan terkoneksi dengan Pusat.
Sebanyak 15 rumah sakit yang terlibat, di antaranya Rumah Sakit Tk IV Kencana (DKT), Budi Asih, Benggala, Ibu dan Anak Puri Garcia, RSUD Banten, Fatimah, Achmad Wardi, RSUD Kota Serang, Bhayangkara, Andalusia, Citra Arafik, Jannah, Ibunda, Sari Asih dan RSDP Serang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
200 Mahasiswa dan Komunitas Muda Labuan Bajo Ikut Workshop Pengelolaan Sampah
-
Dulu Gundul, Kini Hutan Gunung Ciremai Nyaris Rimbun 100 Persen, Ini Rahasianya
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Bantah Isu Ambruk, Menkeu Purbaya Siap Gebrak Konferensi Pers APBN KiTa Rabu Depan
-
Bidik Nasabah Ritel hingga Korporasi, OCBC Perkuat Layanan Wealth Management
-
Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tak Alami Deindustrialisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.