Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Lebih Serius Kembangkan EBT

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Harus Lebih Serius Kembangkan EBT Doc: ISTIMEWA
Ket. Enegri Baru Terbarukan (EBT)

JAKARTA - Listrik sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Sebagian besar kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan produksi dan konsumsi, membutuhkan energi dan tenaga listrik.

Bisa dikatakan tersedianya tenaga listrik menjadi syarat mutlak mau tidaknya investor menanamkan modalnya. Karena itu, bagi negara berkembang seperti Indonesia, perekonomian tidak akan tumbuh jika jaminan energi dan pasokan listrik (security of supply) tidak tersedia.

Sayangnya pemerintah bisa dibilang kurang serius dalam memberikan jaminan energi dan pasokan listrik. Kurang serius karena tidak berusaha maksimal untuk meningkatkan kapasitas energi listrik dari Enegri Baru Terbarukan (EBT).

Terlebih pemerintah telah menurunkan target capaian EBT pada 2025 hanya 17-19 persen dari sebelumnya 23 persen.

Pemerintah, selama ini terlalu mengandalkan energi fosil yang jelas-jelas tidak ramah lingkungan. Ini tentu sangat aneh. Bagaimana bisa wilayah yang lokasinya berada di garis khatulistiwa yang mendapat sinar matahari sepanjang tahun seperti Indonesia, masih terdapat daerah yang belum teraliri listrik.

Memang, dalam beberapa tahun terakhir rasio elektrifikasi di Indonesia meningkat lumayan tingi meski itu pun sering terjadi mati listrik yang membuat industri kecil tidak optimal berproduksi. Ini sungguh tidak adil. Bagaimana warga di daerah terpencil bisa bersaing dalam pembangunan berbasis teknologi jika listrik saja mereka tidak punya.

Peneliti Alpha Resarch Database Indonesia, Ferdy Hasiman kepada Koran Jakarta, Senin (22/1) mengatakan, energi surya menjadi pilihan yang harus diakselerasi pengembangannya sebab potensinya sangatlah besar. Apalagi, sinar matahari bersinar sepanjang tahun di Tanah Air yang berada di garis khatulistiwa.

"Pengembangan energi surya sangat tepat. Sebagian daerah di Indonesia misalnya sangat panas, sinar matahari bersinar hampir sepanjang tahun, terlebih itu banyak terjadi di wilayah di Indonesia Timur," kata Ferdy.

Ia menambahkan, pemerintah selama ini selalu beralasan tenaga listrik dari EBT lebih mahal dibanding tenaga listrik dari fosil seperti batubara. Ini jelas pemutarbalikan fakta. Ini jelas jurus berkelit karena tidak serius membangun EBT.

Kenyataannya, EBT lebih efisien dibanding energi fosil. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di daerah terpencil biayanya sekitar 31 sen dollar AS per kWh, sedangkan biaya EBT (tenaga surya) hanya 15 sen dollar AS per kWh.

Hal senada juga disampaikan pengamat energi terbarukan dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto. Menurut dia, EBT jelas lebih murah, terutama di Indonesia. Dengan mengembangkan tenaga surya, cukup memanfaatkan sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun.

Suprapto mengatakan pemerintah perlu mewujudkan transisi ke energi terbarukan karena sudah kewajibannya untuk memastikan bahwa penyediaan listrik yang tidak hanya terjangkau, tapi juga bersih. Apakah itu bersumber dari surya, angin, dan lain-lain, bisa disesuaikan dengan ketersediaan dari kondisi yang ada.

Untuk itu, Suprapto mengatakan kebijakan pemberian insentif atau berbagai kemudahan memang dibutuhkan bila suatu negara ingin mempercepat transisi ke energi terbarukan.

"Energi terbarukan memang masih tergolong teknologi baru sehingga produksi dan penerapannya belum begitu massal seperti teknologi lain. Bila pemerintah ingin mencapai target waktu transisi, afirmasi semacam itu harus ada. Tanpa dukungan dan keberpihakan akan berat bagi masyarakat dan industri untuk beralih," kata Suprapto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

31 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.