Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dishub Jayapura: Perlu Angkutan Umum Atasi Kemacetan

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 16:43 WIB | Oleh:
Dishub Jayapura: Perlu Angkutan Umum Atasi Kemacetan Doc: ANTARA/Ardiles Leloltery
Ket. Kepala Dinas Perhubungan (Disbub) Kota Jayapura Justin Sitorus (kedua kanan) saat mensosialisasikan tarif angkutan umum bagi para sopir di Kota Jayapura, Papua.

JAYAPURA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jayapura, Papua menilai ke depan perlu adanya angkutan umum untuk mengantisipasi kemacetan di wilayah tersebut.

Kepala DishubaKota Jayapura Justin Sitorus, di Jayapura, Selasa, mengatakan ke depan kendaraan pada ibu kota Provinsi Papua tersebut akan meningkat sehingga menimbulkan kemacetan, dengan demikian kendaraan umum menjadi salah satu solusi untuk mencegah kemacetan di daerah ini.

"Karena dengan pertumbuhan kendaraan per tahun itu mengalami peningkatan dua hingga lima persen saja atau 100 unit kendaraan per tahun, maka 10 tahun itu akan sangat terasa," katanya lagi.

Menurut Sitorus, pengadaan kendaraan umum untuk transportasi massal di daerahnya masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) 2022- 2026 Dinas Perhubungan Kota Jayapura, sehingga tidak lagi banyak menggunakan kendaraan milik pribadi.

"Namun ini juga harus perlu dukungan dari pemerintah daerah setempat terkait dengan anggaran atau dari pusat memberikan angkutan umum bersubsidi dengan menyiapkan bus," ujarnya pula.

Dia menjelaskan memang untuk menghadirkan angkutan massal perlu kolaborasi dengan pihak terkait, sehingga masalah jalan, halte dan terminal bisa tersedia.

"Jadi memang perlu adanya kolaborasi dari pusat hingga ke daerah, tetapi kami harapkan ke depan ada angkutan umum di Kota Jayapura, tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di masa mendatang," katanya lagi.

Pihaknya juga akan menertibkan parkir liar dengan melibatkan pihak terkait baik TNI dan Polri, sehingga semua diatur dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.