Ganjar-Mahfud Tekankan Transisi Energi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 19 Jan 2024, 09:07 WIB

JAKARTA - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD menekankan transisi energi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru, untuk membangun ekonomi dan mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 7 persen.

"Transisi energi di mata kami itu harus diletakkan dalam konteks menciptakan atau menggunakan transisi energi sebagai satu instrumen untuk menghasilkan new economy engine. Artinya transisi ekonomi adalah bagian dari upaya kita untuk membangun ekonomi kita," kata Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto, dalam diskusi KIPD AIPI terkait Perubahan Iklim dan Transisi Energi Berkeadilan, di Jakarta, Kamis (18/1).

Transisi energi dinilai berpotensi menjadi penggerak ekonomi karena dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi dan mendukung inovasi.

Heru mencatat Indonesia membutuhkan 314,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) investasi dalam periode 2018-2030 untuk mendorong percepatan transisi energi.

Investasi diperlukan untuk mendorong penjualan kendaraan listrik di pasar domestik, meningkatkan kapasitas EBT serta membangun infrastruktur pendukung EBT. Dengan potensi nilai pasar karbon yang mencapai 909 miliar dolar AS atau setara Rp13.636 triliun (2022), Indonesia berpotensi mengundang kerja sama dan transaksi di pasar karbon.

Adapun transisi energi dinilai berpotensi menciptakan 3,7 juta lapangan pekerjaan di sektor EBT. Pada sisi lain, klasterisasi ekosistem yang menghubungkan vokasi dan industri dalam transisi energi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan pekerjaan serta mengembangkan kemampuan dan keterampilan SDM.

Heru mengungkapkan Ganjar-Mahfud mencanangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen selama lima tahun ke depan. Selain transisi energi, mesin pertumbuhan ekonomi yang akan digenjot paslon tersebut adalah hilirisasi, digitalisasi serta ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan penciptaan ekonomi baru diperlukan lantaran mesin ekonomi lama dinilai tidak mampu membuat Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

"Dari 1993-2023, 30 tahun sudah kita di ekonomi menengah. Harus ada aksi yang extraordinary (luar biasa) dengan menciptakan mesin ekonomi baru, salah satunya adalah transisi energi. Transisi energi kami letakkan dalam konteks membangun ekonomi baru menuju pertumbuhan yang lebih tinggi," katanya pula.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.