Pembangunan PLBN Jadi Embrio Ekonomi Kawasan Perbatasan
Selasa, 16 Jan 2024, 09:38 WIBJAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Basuki di Jakarta, Selasa (16/1).
Menurut dia, pembangunan PLBN ini tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar, tetapi yang terpenting adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengurangi disparitas dan memeratakan pembangunan infrastruktur khususnya di kawasan perbatasan. Salah satunya melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yang juga merupakan upaya pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara.
Setelah menyelesaikan 7 PLBN pada pembangunan tahap satu, secara bertahap Kementerian PUPR tengah menyelesaikan lanjutan pembangunan PLBN tahap dua sesuai Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2019.
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan, pada gelombang dua hingga saat ini sebanyak 6 PLBN telah selesai konstruksinya, yakni PLBN Terpadu Sota di Kabupaten Merauke Papua, PLBN Terpadu Serasan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, PLBN Terpadu Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.
Kemudian PLBN Terpadu Sei Pancang Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, PLBN Terpadu Napan Kabupaten Timor Tengah Utara NTT, dan PLBN Terpadu Yetetkun Kabupaten Boeven Digoel Papua.
Salah satu PLBN yang telah rampung dan beroperasi sejak Juli 2023 adalah PLBN Jagoi Babang di Kalimantan Barat. PLBN ini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di perbatasan.
Pengelola PLBN Jagoi Babang yakni Misdo Jerry Purba mengatakan pertumbuhan tersebut, tidak terlepas dari faktor jarak yang relatif lebih dekat ke Kota Kuching, Serawak, Malaysia.
Sebagai perbandingan waktu tempuh dari PLBN Jagoi Babang kurang dari 1 jam, dari Entikong 1,5 jam, Aruk lebih dari 1,5 jam dan dari PLBN Nanga Badau 2,5 jam. Saat ini mayoritas komoditas yang diekspor ke Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang adalah hasil pertanian, seperti sayuran seperti petai, kentang dan cabai serta buah-buahan seperti buah naga, semangka dan srikaya.
PLBN Jagoi Babang dibangun pada tahun 2020-2023 di atas lahan 16,4 hektar dengan nilai konstruksi Rp225,7 miliar dengan lingkup pekerjaan bangunan inti, gudang barang dan transit, mess, kantor, Wisma Indonesia, bangunan menara air, rumah dinas, pos jaga,power house, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS), pasar perbatasan, gerbang titik nol, dan fasilitas lainnya.
- Perekonomian Daerah
- Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
- Basuki Hadimuljono
- Menteri PUPR
- Wilayah Perbatasan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Luxury Sport Society Hadirkan Turnamen Padel Premium Pertemukan Lebih Dari 60 Komunitas Padel di Jabodetabek
-
Pulihkan Denyut Konektivitas Indonesia, ASDP Hubungkan Wilayah Timur 3TP
-
Pemkot Cirebon Sediakan Ruang Khusus bagi Penjual Kopi dan Takjil di Jalan Protokol saat Ramadan Nanti
-
Tak Perlu Waswas! Upah Batch I Magang Nasional 2025 Cair Tepat Waktu
-
Wali Kota Larang Warga Bekasi Buang Sampah ke Sungai
-
Usai Terdampak Banjir dan Longsor, Aktivitas Ekonomi di Pasar Pandan Tapanuli Tengah Mulai Normal
-
ASN Malang Gencarkan Sepeda untuk Kurangi Dampak Krisis Energi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.