OIC: Perlu kolaborasi untuk tekan perdagangan satwa liar

Selasa, 16 Jan 2024, 21:10 WIB

Medan - Yayasan Orangutan Sumatera Lestari/Orangutan Information Center (YOSL-OIC) mengatakan perlu adanya kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan terkait termasuk pemerintah untuk menekan perdagangan satwa liar di Sumatera Utara.

"Perlu adanya kolaborasi karena tren perdagangan satwa liar sudah masuk ke ranah digital," ujar Direktur Konservasi YOSL-OIC M. Indra Kurnia di Medan, Selasa.

Indra berharap adanya kolaborasi itu, misalnya antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi dan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, seperti memblokir situs perdagangan satwa liar.

Indra mengatakan bukan hanya pemerintah saja untuk melestarikan satwa liar, melainkan juga masyarakat pada umumnya menjaga kelestarian hewan tersebut.

"Dengan cara tidak ikut memelihara satwa liar karena itu sudah menjadi mata rantai perdagangan perburuan dan perlindungan satwa," ucapnya.

Selain itu, dia menambahkan jika ada di masyarakat ada yang memelihara hewan yang seharusnya di hutan bukan umum peliharaan di kandang harus ada laporan ke penegak hukum.

"Untuk itu, sebaiknya masyarakat harus melaporkan ke aparat yang terkait polisi, dinas terkait atau teman-teman organisasi yang fokus ke satwa liar," ucap Indra.

OIC mencatat data kerugian kehilangan negara mencapai Rp137,78 miliar dengan rincian satwa liar terdiri dari gajah, harimau, orang utan, trenggiling dan rangkok.

"Catatan itu, kami mengutip dari rilis resmi Kementerian LHK ada temuan kasus-kasus barang bukti satwa liar," tutur Indra.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.