Ayo Gencarkan Upaya Tangkal Hoaks Pemilu 2024

Minggu, 14 Jan 2024, 07:00 WIB

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pihaknya terus menggencarkan tiga inisiatif dalam menangkal penyebaran informasi hoaks pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Pertama dari tingkat hulu melalui Program Gerakan Nasional Literasi Digital. Kami berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu membentengi diri dari ancaman, menjadi korban dan penyebar hoaks di seluruh masyarakat," kata Budi Arie dalam rilis pers, Sabtu.

Hal itu disampaikannya dalam acara diskusi Demi Indonesia Cerdas Memilih di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (12/1).

Selanjutnya, pada tingkat menengah, Budi Arie memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli siber selama 1x24 jam secara masif. Menurutnya, upaya membersihkan konten hoaks dan disinformasi bertujuan untuk mengamankan ruang digital dari virus hoaks.

"Manakala menemui konten negatif atau hoaks, langsung kami tindaklanjuti dengan men-takedownalias dialmarhumkan dari ruang digital," tegasnya.

Kementerian Kominfo juga berupaya melakukan penerbitan klarifikasi terhadap hoaks secara berkala. Menkominfo menyatakan setiap informasi yang tersebar di ruang publik dengan tendensi hoaks dan disinformasi diberikan stempel untuk mempertegas sekaligus pengingat agar masyarakat tidak ikut menyebarkan.

"Jadi kalau misalnya ada hoaks kita stempel "HOAKS" supaya masyarakat terhindar dari isi dan konten hoaks. Sedangkan di tingkat hilir, kami mendukung upaya penegakan hukum oleh Polri dengan pemberian data dan informasi," jelasnya.

Budi Arie menyatakan hingga saat ini masih ditemukan penyebaran informasi hoaks dan disinformasi mengenai Pemilu dalam ruang digital.

Mengutip hasil penelitian The Safer Internet Lab (SAIL) Tahun 2023, sebanyak 42 persen masyarakat Indonesia masih percaya disinformasi seputar Pemilu.

"Kemudahan mengakses informasi hoaks berpotensi negatif bagi kedamaian di sekitar kita," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyalahgunakan ruang digital demi kepentingan pribadi dan kelompok.

Dia mengatakan capaian situasi kondusif yang berlangsung selama ini harus terus dijaga. Menurutnya menjaga jempol adalah cara terbaik untuk mengindari perpecahan sesama anak bangsa, dengan tidak menyebarkan informasi hoaks, fitnah, hingga ujaran kebencian melalui perangkat digital.

"Karena sekarang ini 'penyakitnya' jempol kita menjadi masalah. Jangan langsung mengirimkan informasi yang diterima, baca dulu, pahami dulu. Jika tidak bermanfaat dan mengandung ujaran kebencian atau berpotensi menimbulkan masalah, jangan disebarkan," tegasnya.

Dia berharap setiap warga negara yang memanfaatkan ekosistem platform digital turut memberikan edukasi melalui konten positif. Budi Arie juga mengajak masyarakat untuk selalu saling mengingatkan antar sesama saudara dan warga di lingkungan sekitar.

"Harap diingat kesuksesan Pemilu Damai 2024 adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga bangsa. Kita berharap Pemilu 2024 ini menjadi Pemilu yang beradab dan terus meningkat kualitasnya, karena demokrasi yang berkualitas ditandai oleh masyarakat yang juga semakin cerdas," pungkas dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.