Ganjar Sudah Siapkan Tiga Strategi Angkat UMKM ke Pasar Global

Jumat, 12 Jan 2024, 01:01 WIB

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan telah menyiapkan tiga strategi untuk memastikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) "naik kelas" sehingga dapat ikut serta dalam rantai pasok global.

"Yang soal UMKM dulu. Ini serba kebetulan saja, cuma ada tiga strategi yang mau saya sampaikan," kata Ganjar dalam Dialog Capres bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menuju Indonesia Emas 2045 di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Ket. Foto: Sapa Warga -- Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kiri) menyapa warga di sela jalan pagi di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/1). Di tengah kesibukannya dalam berkampanye Ganjar Pranowo tetap menyempatkan waktu untuk berolahraga guna menjaga kebugaran tubuh. — Sumber: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Ganjar menegaskan bahwa tiga strategi tersebut pasti akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga organisasi maupun lembaga seperti Kadin.

Dia menjelaskan strategi yang pertama adalah dirinya bersama Mahfud akan lebih dulu memastikan setiap pelaku UMKM mengenal setiap produk UMKM yang diproduksi.

Hal itu, menurut dia, bertujuan untuk membantu penilaian pemerintah dalam menyiapkan berbagai pelatihan, sertifikasi, dan bantuan fasilitas yang tepat sasaran bagi setiap pelaku UMKM.

Strategi yang kedua ialah membuka akses modal seluas-luasnya sehingga para pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha masing-masing dengan lebih leluasa.

Ganjar pun berbagi momen ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang harus mengambil kebijakan cukup ekstrim, yakni memangkas suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 12 persen menjadi 7 persen.

"Ini sungguh-sungguh terjadi di Jawa Tengah. Kami dapat masukan saat itu kalau suku bunganya tinggi. Saya akhirnya minta dibuat agar suku bunga KUR sendiri yang diturunkan jadi 7 persen. Itulah yang menginspirasi suku bunga KUR nasional turun dari 12 persen ke 9 persen, lalu diturunkan lagi menjadi 6 persen," kata Ganjar.

Strategi yang terakhir menurut Ganjar adalah akan memberikan pendampingan intensif untuk memastikan UMKM binaan "naik kelas".

Ganjar menjelaskan setelah UMKM "naik kelas" maka pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan pengusaha-pengusaha besar, termasuk Kadin serta berbagai duta besar untuk mempromosikan produk UMKM.

Lapangan Kerja

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga mengatakan pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan perekonomian sekaligus lapangan pekerjaan dalam negeri.

"Maka, saya mau jawab pertanyaan yang kedua dahulu, ekonomi kreatif menjadi sektor ekonomi bila dikembangkan dapat mendukung aktivitas ekspor yang telah berjalan," kata Ganjar.

Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan terkait dengan sektor ekonomi apa yang akan Ganjar-Mahfud kembangkan nantinya sehingga perekonomian Indonesia tidak hanya bergantung pada aktivitas ekspor impor bahan baku maupun barang modal.

Ganjar mencontohkan industri film yang ternyata dapat menghasilkan rintisan usaha yang bertahan cukup lama setiap kali ada penayangan film bagus di bioskop. "Ternyata penonton film itu kalau filmnya bagus, sekali film itu diputar bisa menghasilkan rintisan usaha yang lumayan bertahan lama sekali. Itu baru film, belum lagu, belum desain," jelasnya.

Bukan hanya itu, menurut dia, banyak anak muda yang mengatakan langsung kepadanya bahwa mereka memiliki fokus dan perhatian pada pengembangan industri ekonomi kreatif.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.