Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan terhadap pemimpin oposisi Korsel didorong keyakinan politik

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 21:40 WIB | Oleh:
Serangan terhadap pemimpin oposisi Korsel didorong keyakinan politik Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi

Istanbul - Seorang pria yang menikam pemimpin oposisi utama Korea Selatan mengatakan kepada polisi bahwa dia melakukan tindakan itu untuk mencegah sang politisi menjadi presiden, menurut laporan media lokal pada Rabu.

Ketua Partai Demokrat Lee Jae Myung selamat setelah ditikam di lehernya pada pekan lalu di kota pelabuhan Busan bagian selatan saat sedang berbicara dengan wartawan.

Tersangka pria berusia 67 tahun, yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarganya Kim, sedang diselidiki atas tuduhan percobaan pembunuhan, kantor berita Yonhap melaporkan, Rabu.

"Tersangka mengatakan bahwa dia memutuskan untuk membunuh korban untuk mencegah dia menjadi presiden dan … mengambil mayoritas kursi dalam pemilihan umum mendatang," kata Kepala Badan Kepolisian Metropolitan Busan, Woo Chul-moon.

Korea Selatan dijadwalkan mengadakan pemilu legislatif pada April mendatang, sementara pemilihan presiden baru akan digelar pada 2027.

Penyerang juga mengatakan kepada polisi bahwa dia marah kepada Lee karena sang politisi itu tidak dihukum dengan adil di tengah persidangannya yang ditunda.

"Kim melakukan kejahatan ekstrem karena keyakinan politiknya yang subjektif," kata seorang pejabat kepolisian.

Saat dipindahkan ke kantor kejaksaan, Kim mengatakan kepada wartawan bahwa "Saya telah menimbulkan kekhawatiran. Saya minta maaf."

Polisi mengatakan bahwa sebelum serangan itu terjadi, Kim telah menyiapkan catatan yang menyatakan bahwa persidangan Lee "tertunda karena kekuatan peradilan yang pro-Korea Utara".

Ia juga menyatakan bahwa dia tengah berusaha mencegah sang politisi menjadi presiden dan mencegah agar "negaranya tidak jatuh ke tangan kekuatan sayap kiri."

Polisi Korea Selatan memutuskan untuk tidak mengungkapkan afiliasi partai politik Kim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.