Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lelang Tujuh Seri SBSN, Pemerintah Serap Dana Rp12 Triliun

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 02:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lelang Tujuh Seri SBSN, Pemerintah Serap Dana Rp12 Triliun Doc: ANTARA /Hafidz Mubarak A
Ket. Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk Tabungan Seri ST010 di Jakarta, Kamis (18/3/2023). Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebut realisasi pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) hingga kuartal I/2023 mencapai Rp217,6 triliun.

Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp12 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 9 Januari 2024.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)menyebut jumlah penawaran yang masuk untuk ketujuh seri tersebut yaitu Rp28,30 triliun.

Tujuh seri yang dilelang di antaranya SPNS09072024 (penerbitan baru), SPNS07102024 (penerbitan baru), PBS032 (pembukaan kembali), PBS030 (pembukaan kembali), PBS004 (pembukaan kembali), PBS039 (penerbitan baru), dan PBS038 (pembukaan kembali). Lelang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).

Pada lelang tersebut, penyerapan terbesar berasal dari seri PBS032 dengan jumlah nominal yang dimenangkan senilai Rp3,35 triliun. Jumlah penawaran masuk untuk seri itu ialah Rp7,19 triliun dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,53797 persen.

Selanjutnya, pemerintah meraup dana Rp2,35 triliun dari seri PBS039 yang menerima penawaran masuk sebesar Rp2,65 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan yaitu 6,88953 persen.

Dari seri PBS030, pemerintah memenangkan nominal sebesar Rp2,3 triliun dari penawaran masuk Rp6,64 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,54995 persen.

Kemudian, dari seri PBS038 diraup dana sebesar Rp1,65 triliun dari penawaran masuk Rp2,69 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri tersebut yaitu 6,97912 persen.

Dari seri SPNS09072024, jumlah nominal yang dimenangkan yaitu Rp1,2 triliun. Jumlah penawaran masuk yang tercatat sebesar Rp2,43 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,46917 persen.

Berikutnya, pemerintah meraup dana Rp1 triliun dari seri SPNS07102024 yang menerima penawaran masuk Rp5,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,49920 persen.

Terakhir, pemerintah memenangkan seri PBS004 senilai Rp150 miliar dari penawaran masuk Rp922 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk seri tersebut yaitu 6,69651 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.