Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bogor Stabilkan Harga Pangan

📅 Senin, 08 Jan 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Stabilkan Harga Pangan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin dalam pangan murah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/1).

BOGOR - Kegiatan awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bogor, berupaya menstabilkan harga pangan. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, kegiatan tersebut ditempuh melalui penyelenggaraan pasar pangan murah.

Untuk pelaksanaannya, dia menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin). "Ini langkah untuk menstabilkan harga dan menekan laju inflasi," ujar Burhanudin, Sabtu, di Bogor.

Dia menerangkan, pangan murah dilaksanakan secara rutin dan berlanjut. Lokasi-lokasi pelaksanaan ditentukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Perumda Pasar Tohaga, serta Dinas Sosial. "Gelar pangan murah ini menyediakan paket di bawah harga pasar. Mudah-mudahan bisa menstabilkan inflasi di Kabupaten Bogor," ujarnya.

Burhanudin berharap inflasi Bogor bisa berada di bawah angka Provinsi Jawa Barat dan nasional. Sementara itu, Kepala Disdagin Bogor, Arif Rahman, menjelaskan, gelaran pangan murah menyediakan paket berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 2 kg. Paket ini normalnya seharaga 90 ribu, tapi dijual 50 ribu.

"Gelar pangan murah ini kegiatan yang digagas Pj Bupati Bogor. Ke depan kita rencanakan ada di beberapa titik. Disdagin juga punya program seperti ini yang akan dilaksanakan menjelang bulan puasa," jelas Arif Rahman.

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawati, mengaku selalu siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menekan laju inflasi, termasuk melalui pangan murah. "Sebelum kita melaksanakan program ini, melihat data terlebih dulu, wilayah mana yang tingkat inflasinya perlu intervensi," ungkap Sintha.

Dia menambahkan, upaya ini perlu terus dilakukan secara kolaboratif. Sebab pemerintah memiliki data yang lengkap mengenai sasaran penanganan. "Kadin mencoba membuka jalur kepada pihak-pihak terkait agar bisa menekan harga agar lebih murah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.