BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspadai Curah Hujan Tinggi
Minggu, 07 Jan 2024, 18:24 WIBLEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan masyarakat setempat mewaspadai curah hujan tinggi yangberpotensi menimbulkan bencana alam.
"Kami berharap warga tetap waspada curah hujan tinggi dengan intensitas sedang dan lebat, terutama bagi yang tinggal di pegunungan dan perbukitan daerah aliran sungai serta pesisir pantai," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak Agust Riza Faesal di Lebak, Minggu.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Lebak berpotensi dilanda hujan intensitas sedang dan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca buruk tersebut dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi , seperti angin kencang, tanah longsor, pergerakan tanah, gelombang tinggi, banjir, dan banjir bandang.
Selama ini, kata dia, Kabupaten Lebak masuk kategori rawan bencana alam dan jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, sehingga masyarakat meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan.
"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam tetap waspada dan jika hujan terus menerus, sebaiknya mengungsi ke lokasi yang lebih aman," katanya menjelaskan.
Agust menyebutkan BPBD telah memetakan potensi bencana alam di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Sobang, Cilograng, Bayah, Wanasalam, Banjarsari, Panggarangan , Cihara, Malingping, Muncang, Gunung Kencana, Rangkasbitung, Cimarga, Leuwidamar, Bojongmanik, Cipanas, Sajira dan Curugbitung.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu, karena lokasinya di pegunungan, perbukitan, aliran sungai, dan pesisir pantai.
BPBD Lebak menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat menyusul curah hujan tinggi.
Pada hari Minggu, sejumlah daerah di Kabupaten Lebih dilanda hujan intensitas ringan dan sedang mulai pukul 15.20 WIB hingga pukul 17.00 WIB masih berlangsung dan belum berhenti.
"Kami berharap curah hujan tinggi itu tidak menimbulkan bencana alam," kata Agust. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Opik
Berita Terkait:
-
Karya Lokal Mendunia, Ekspor Fesyen–Kriya Tembus Rp476 Triliun
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
-
Purbaya: OTT Jadi Alarm Keras Reformasi Pajak dan Bea Cukai
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.