Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rossy Pratiwi Prihatin dengan Nasib Tenis Meja Indonesia

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 23:23 WIB | Oleh:
Rossy Pratiwi Prihatin dengan Nasib Tenis Meja Indonesia Doc: antara

Legenda tenis meja Indonesia Rossy Pratiwi mengaku turut prihatin dengannasib cabang olahraga tenis meja saat ini yang kian terpuruk akibat konflik kepengurusan.

Menurut legenda yang dahulunya menyumbang kurang lebih 13 medali emas sepanjang kariernya di SEA Games itu, jika konflik kepengurusan ini terus dibiarkan berlarut-larut maka bibit-bibit atlet tenis meja Indonesia akan sulit muncul.

"Aduh, ya itu, sebetulnya sangat prihatin dan memang ini permasalahan yang terlalu lama dibiarkan sebetulnya ya karena bolak-balik kasihan atletnya, yang jadi korban memang atletnya," kata Rossi saat hadir pada jumpa pers "Menjaga Merah Putih" di gedung National Olympic Committee (NOC), Jakarta, Jumat.

Wanita yang mendapatkan julukan Ratu Tenis Meja Indonesia itu pun berharap, konflik ini dapat cepat terselesaikan untuk kebaikan prestasi cabang olahraga tenis meja Indonesia yang dahulu ditakuti di kawasan Asia Tenggara.

Juga, agar Indonesia rutin mengirim atlet cabang olahraga itu di penyelenggaraan kejuaraanmulticabang seperti SEA Games hingga Olimpiade.

Diketahui, pada ajang SEA Games, tenis meja Indonesia absen pada tiga edisi, 2017, 2019, dan 2021, serta hampir kembali absen pada edisi 2023 di Kamboja.

Pada ajang Olimpiade, Indonesia sudah jarang mengirimkan atlet-atlet tenis meja terbaiknya seperti yang pernah ditorehkan Toni Meringgi di Olimpiade 1988 Seoul, Ling Ling Agustin pada Olimpiade 1992 Barcelona, hingga Ismu Harinto di Olimpiade 2000 Sydney.

Jauh dari level SEA Games maupun Olimpiade, bahkan, pada ajang pesta olahraga nasional di PON Papua 2020, cabang olahraga tenis meja tidak dipertandingkan.



"Harapan saya sih ayo kita bareng-barenglah insan tenis meja untuk bisa membangkitkan lagi prestasi tenis meja Indonesia gitu, ya, soalnya sudah ketinggalan sekali. Kemarin waktu PON tenis meja tidak dipertandingkan, beberapa kali SEA Games juga kan tenis meja tidak diberangkatkan, apa akan selalu terus begitu? Sedangkan dulu tuh tenis meja Indonesia sangat ditakuti gitu, apalagi di SEA Games," ujar Rossy.

"Jangan memikirkan Olimpiade, di SEA Games saja kita tidak diberangkatkan bagaimana mau berbicara ke Olimpiade gitu. Makanya kalau harapan saya pribadi, ayo insan tenis meja, ayo kita bareng-bareng membangun membangkitkan lagi prestasi tenis meja Indonesia gitu, hilangkan keegoisan masing-masinglah demi bangkitnya tenis meja Indonesia," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rossi juga menjelaskan alasannya menyerahkan obor yang dibawanya di fun run torch relay sebelum upacara pembukaan Olimpiade Atlanta 1996 kepada NOC. Menurutnya, hal ini dilakukanuntuk memotivasi atlet-atlet Indonesia untuk terus berjuang keras agar dapat berpartisipasi di Olimpiade 2024.

"Karena menurut Rossy memang paling pas, karena untuk bisa memotivasi ke yang lain, ke atlet-atlet lain. Selain itu juga karena kalau di rumah, kan, hanya Rossy saja yang melihat dan menikmati, kalau ini, kan, dititipkan ke KOI itu mungkin bisa memotivasi atlet-atlet lain untuk penginnih ikut Olimpiade," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.