Pemkab OKU Tetapkan 20 Desa Sebagai Lokasi Fokus Stunting

Rabu, 03 Jan 2024, 17:50 WIB

BATURAJA - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatra Selatan menetapkan sebanyak 20 desa di wilayah itu sebagai lokasi fokus (lokus) intervensi penurunan dan pencegahan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedi Wijaya di Baturaja, Rabu mengatakan bahwa penetapan ini tercantum dalam Keputusan Bupati OKU Nomor : 445/198/KPTS/XXXVIII/2022 tentang Penetapan Desa/Kelurahan sebagai Lokasi Fokus Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten OKU Tahun 2023.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedi Wijaya — Sumber: ANTARA/Edo Purmana/23

Dia menjelaskan, hal itu dilakukan setelah terdapat sebanyak 319 anak di 20 desa tersebut terindikasi mengalami penyakit stunting atau kekerdilan.

"20 desa ini tersebar di lima kecamatan di Kabupaten OKU, salah satunya desa-desa di Kecamatan Baturaja Timur," katanya.

Dia menyebutkan, kasus stunting disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi orang tua selama masa pertumbuhan anak, sehingga menyebabkan anak stunting.

Kasus stunting, masih kata Deddy bukan hanya terjadi pada anak kurang mampu saja, tapi juga bisa terjadi pada anak orang kaya.

Dimana terkadang orang kaya atau mampu kurang memperhatikan makanan diberikan kepada anaknya apakah bergizi atau tidak, tapi lebih memberikan makanan yang instan.

"Artinya, anak orang miskin maupun orang kaya bisa saja stunting karena salah asupan gizinya," katanya.

Sejumlah intervensi dalam percepatan penurunan stunting terus dilakukan Pemkab OKU, salah satunya yaitu dengan memberikan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil serta imunisasi dasar lengkap dan lainnya.

"Selain pemberian makanan tambahan, anak yang diduga stunting dipantau pertumbuhannya oleh tenaga kesehatan melalui posyandu di daerahnya masing-masing," jelasnya.

Pemkab OKU bersama OPD terkait juga terus berkolaborasi melakukan intervensi terhadap penurunan stunting pada lokus yang ditetapkan oleh Pemkab OKU.

"Peran orang tua juga sangat diperlukan dalam penurunan kasus stunting di OKU, salah satunya dengan memperhatikan asupan gizi yang diberikan kepada anak setiap harinya, bukan asal-asalan," ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.