Hasil Survei: PLBN Motaain Capai Nilai Kepuasan Baik dari Masyarakat atas Berbagai Unsur

Selasa, 26 Des 2023, 09:03 WIB

JAKARTA - Persepsi publik atas pelayanan yang ada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu diukur. Karena itu pada 2023, Badan Nasional Pengelola Perbatasan melalui Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara menyelenggarakan survei kepuasan publik.

Survei dilakukan setelah para pelintas menerima pelayanan di PLBN. Survei ini menghasilkan potret pengelolaan PLBN yang dalam skala tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteripan-RB Nomor 14 tahun 2017 tentang Penyusunan Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat unit Pemyelenggara Pelayanan Publik.

Ket. Foto: Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara menggelar survei kepuasan publik yang diambil setelah para pelintas menerima pelayanan di PLBN. — Sumber: istimewa

"Penilaian masyarakat setelah menerima pelayanan di PLBN disimpulkan bahwa secara keseluruhan mutu pelayanan PLBN mendapatkan kategori B dalam skala 3,37 dari nilai maksimal 4 yaitu persepsi kinerja PLBN Baik," tutur Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP Robert Simbolon di Kebon Sirih.

BNPP mensurvei 127 responden pelintas, diambil pada saat yang bersangkutan selesai menerima pelayanan PLBN Motaain terdiri dari 93 pelintas laki-laki dan 34 pelintas perempuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan PLBN tersebut pada 2023.

Sementara Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara Budi Setyono mengungkapkan capaian persepsi yang baik dari masyarakat setelah dilakukan pendalaman pendapat pelintas setelah menerima pelayanan publik di PLBN terdiri dari 124 pelintas yang menerima pelayanan imigrasi, 33 orang yang menerima pelayanan bea dan cukai, 16 pelintas penerima pelayanan karantina kesehatan. 4 pelintas penerima layanan karantina pertanian (hewan dan tumbuhan), 12 pelintas penerima pelayanan pengurusan kendaraan bermotor lintas batas negara, dan 4 pelintas penerima pelayanan karantina ikan".

Pencapaian penilai masyarakat terhadap kualitas pelayanan pengelola berbanding lurus dengan hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik yang dilakukan langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan ditetapkan dalam Keputusan Menpan RB Nomor 795 tahun 20023 tentang hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik di Kementerian, Lembaga, Pemerintah daerah dan BUMN Tahun 2023.

"PLBN Motaain termonitor mendapatkan predikat Sangat Baik dengan Nilai Indeks mencapai 4,37 atau Nilai A- dalam penilaian Layanan Barang Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik," ungkap Robert.

Di sepanjang 268 km perbatasan RI-Timor Leste, Pemerintah Indonesia menetapkan lima lokasi PLBN, salah satunya PLBN Motaain yang terletak di koordinat 8° 57,33' 33, 14" Lintang Selatan (LS) dan 124° 56' 56, 14' Lintang Utara (LU) di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. PLBN Motaain merupakan pintu masuk (exit entry) dengan counterpart border Post Batu Gade, Distrik Bobonaro, Timor Leste.

Kawasan PLBN Motaain seluas 8,5 hektare dibagi dalam dua zona pelayanan yaitu zona inti yang merupakan restricted area atau kawasan terbatas dengan pelayanan dibidang kepabeanan, keimigrasian dan kekarantinaan, serta zona penunjang yang merupakan kawasan untuk pengembangan ekonomi kawasan perbatasan.

Aktivitas lintas batas negara yang menonjol di PLBN Motaain berupa pelintasan orang dan barang, dan kendaraan, dengan rata-rata harian mencapai +1.000 pelintas. Nilai perdagangan tercatat hingga November 2023 mencapai Rp591.925.077.882, dengan komoditas utama berupa semen, besi beton, sparepart mobil, kabel listrik, mobil pick up, matras, makanan, minuman, air mineral, sandal, snack, biskuit, tandon, furnitur, spons, kopi instan, mi instan, tomat, lombok, avtur, kacang kedelai, pakaian, pakan ayam, ayam, besi beton, ekskavator, dump truck, dan besi.

Kendaraan angkutan barang yang melintas mencapai ± 500 unit/bulan. Di PLBN ini setiap hari juga melintas angkutan penumpang dengan rute Kupang-Dili berupa bus antar-negara yang memungkinkan melintas langsung ke negara Timor Leste. Kunjungan wisata domestik juga tinggi, tercatat sampai November mencapai 17.122 orang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.