Wapres Harap Generasi Muda Terlibat Gerakan Nasional Revolusi Mental
Kamis, 21 Des 2023, 01:10 WIBJAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin, berharap generasi muda dapat terlibat dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Dengan demikian, gerakan tersebut dapat terus berinovasi dan disosialisasikan kepada publik.
"Saya berpesan kepada seluruh pihak, Gerakan Nasional Revolusi mental mesti terus dibumikan secara inovatif dalam berbagai kegiatan yang menjangkau generasi muda kita," ujar Wapres, dalam Anugerah Revolusi Mental 2023, di Jakarta, Rabu (20/12).
Dia menyebut, Indonesia tengah mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan agar berdaya saing dan bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Menurutnya, gerakan revolusi mental perlu menjadi bagian sentral dalam pembangunan jiwa bangsa Indonesia dengan nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong sebagai pengungkit utamanya.
Wapres mengajak semua pihak untuk terus membumikan secara inovatif GNRM dalam berbagai kegiatan yang menjangkau generasi muda. Menurutnya, hal tersebut penting untuk peningkatan kualitas SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Jangan lupa terus manfaatkan media sosial dan kanal-kanal digital lainnya agar upaya ini semakin efektif," katanya.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menjelaskan revolusi mental sebagai gerakan seluruh unsur masyarakat dengan mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan negara Indonesia mulai dari integritas, etos kerja, hingga gotong royong. Nilai tersebut diharapkan mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat dalam upaya memenangkan persaingan pada era global di tengah-tengah pergaulan dunia.
"Perluasan keterlibatan dan kolaborasi para pemangku kepentingan dalam melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental menjadi kunci utama dalam memastikan adanya perbaikan-perbaikan revolusi mental," ucapnya.
Muhadjir melanjutkan, GNRM mendorong internalisasi nilai-nilai strategis tersebut pada individu, keluarga, institusi sosial, masyarakat, hingga lembaga-lembaga negara. Diharapkan dapat terjadi perubahan secara masif dan berkelanjutan.
"Hal ini diharapkan akan dapat mendorong perubahan secara masif, secara simultan, baik mencakup cara berpikir, cara bersikap, maupun cara berperilaku, yang kemudian menjadi karakter yang mengakar pada kemajuan bangsa dan negara," jelasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Jamaah Al Mudhlor di Tulungagung Gelar Shalat Idul Fitri Lebih Awal
-
Abisai Rollo Minta Rumah Sakit dan Puskesmas di Jayapura Siaga Selama Libur Idul Fitri
-
Memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan di JKN Mobile
-
PBB Peringatkan Perang di Iran yang Berkepanjangan Dapat Memicu Kelaparan Global yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
-
Korlantas Polri Terapkan "One Way" Lokal Jelang Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026
-
Liga Spanyol: Real Madrid Pangkas Jarak dari Barcelona Usai Taklukkan Valencia di Mestalla
-
Kasad Maruli Simanjuntak: Pembangunan Jembatan Simbol Kehadiran Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.