Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Akademisi dan Peneliti Internasional Teliti Dampak Perubahan Iklim di Makassar

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 00:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Akademisi dan Peneliti Internasional Teliti Dampak Perubahan Iklim di Makassar Doc: ANTARA/Suriani Mappong
Ket. Suasana kegiatan workshop yang melibatkan peneliti dari Monash University, Monash Indonesia dan Universitas Hasanuddin bersama mitra di Makassar, Jumat (15/12/2023).

Makassar - Kolokium internasional yang mempertemukan para akademisi dan peneliti dari Monash University Australia, Monash Indonesia dan Universitas Hasanuddin serta berbagai mitra siap meneliti dampak perubahan iklim di Makassar serta wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Dampak perubahan iklim yang tidak merata berdasarkan faktor sosio-struktural, kondisi ini yang menjadi salah satu dasar untuk meneliti komunitas rentan di wilayah tersebut," kata Peneliti dan Project Manager Monash Indonesia Yulisna Mutia Sari disela workshop di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan ketiga lembaga yakni Monash University Australia, Monash Indonesia dan Universitas Hasanuddin dalam menjalankan peranannya menggandeng berbagai mitra di antaranya Gerakan Disabilitas Indonesia untuk Kesetaraan, Perkumpulan Jurnalis Lingkungan Hidup Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Anak dan Perempuan Sulawesi Selatan, Kementerian Perempuan dan Anak RI.

Termasuk melibatkan penasehat eksternal dari Komnas Perempuan untuk mendukung dan memposisikan diri dan pengalaman peneliti bekerja dengan populasi rentan.

Kemudian memajukan komunitas-komunitas ini menuju masa depan yang berketahanan iklim, dan untuk berkolaborasi satu sama lain untuk mencapai tujuan penelitian.

"Kami dalam membangun model ketahanan iklim yang tahan masa depan dengan melibatkan komunitas (MoFCREC)," kata Yulisna.

Sementara itu, MoFCREC di Indonesia Timur, merupakan proyek penelitian yang dirancang bersama oleh interakademisi dan interdisipliner yang didanai oleh Koneski.

Para peneliti ini akan bekerja dengan komunitas rentan untuk mengidentifikasi tantangan terkait perubahan iklim dan mengembangkan strategi untuk memperkuat ketahanan iklim mereka.

Ketangguhan. Indonesia bagian timur merupakan kawasan prioritas intervensi perubahan iklim bagi pemerintah Indonesia dan Australia karena adanya risiko bencana alam ekstrem terkait iklim (DFAT, 2020; Katalis, 2022).

Bahkan Bank Dunia (2021) mengidentifikasi Lombok, Makassar, dan Sumbawa berisiko tinggi mengalami peningkatan curah hujan ekstrem seperti banjir dan kekeringan.

Sementara penurunan curah hujan dan atau peningkatan curah hujan mempunyai banyak dampak yang tidak langsung, termasuk polusi air, berkurangnya produksi pangan, dan hambatan terhadap akses terhadap layanan kesehatan.

Dampak perubahan iklim tidak merata di seluruh komunitas berdasarkan faktor sosio-struktural. Paparan terhadap dampak panas dan banjir meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit dan tanggung jawab terkait perawatan, mengurangi akses terhadap air bersih dan makanan berkualitas tinggi, serta mempengaruhi jenis dan ketersediaan pekerjaan di kalangan kelompok yang sudah terpinggirkan.

"Adapun tiga kelompok sasaran penelitian yang paling rentan terhadap perubahan iklim adalah penyandang disabilitas, perempuan (termasuk semua yang diidentifikasi sebagai perempuan) dan lansia (Benevolenza & DeRigne, 2019; Luber & McGeehin, 2008; Simmonds et al., 2)," kata Yulisna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.