Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Turun

📅 Kamis, 14 Des 2023, 09:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat karena Imbal Hasil Obligasi AS Turun Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas perbankan menghitung uang pecahan rupiah.

JAKARTA - Rupiah pada awal perdagangan Kamis (14/12) menguat karena imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) menurun setelah pengumuman hasil keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi meningkat tajam 193 poin atau 1,23 persen menjadi Rp15.468 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.661 per dolar AS.

"Indeks dolar AS dan imbal hasil treasury AS turun setelah keputusan FOMC," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, Kamis (14/12).

Indeks dolar AS melemah menjadi 103,2, level terendah dalam sepekan terakhir. Demikian pula imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun di bawah 4,1 persen, terendah sejak awal 23 Agustus.

Perkembangan tersebut diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pasar keuangan Indonesia pada perdagangan hari ini, yang memungkinkan nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS dan peningkatan pasar saham domestik, sambil menunggu rilis data neraca perdagangan.

Reny memprediksi rupiah berpotensi menguat pada kisaran Rp15.495 per dolar AS hingga Rp15.575 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pergerakan pasar keuangan global akan dipengaruhi oleh keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang mempertahankan suku bunga tetap stabil di level 5,5 persen pada FOMC pertemuan kemarin dan adanya rencana tiga kali penurunan suku bunga pada 2024. Keputusan The Fed tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar.

The Fed melihat indikator-indikator AS terkini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi telah melambat, peningkatan lapangan kerja telah melambat namun tetap kuat, dan tingkat pengangguran tetap rendah.

Selain itu, sistem perbankan AS sehat dan tangguh. Kondisi keuangan dan kredit yang lebih ketat bagi rumah tangga dan dunia usaha kemungkinan besar akan membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi sehingga suku bunga acuan AS atau Federal Funds Rate (FFR) dipertahankan.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali sejak 22 Maret, yang merupakan laju pengetatan tercepat sejak awal tahun 1980-an.

Ke depan, The Fed mengupayakan lapangan kerja dan inflasi maksimum sebesar 2 persen dalam jangka panjang dengan pemangkasan suku bunga setidaknya tiga kali menjadi 4,75 persen pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.