Ayo Dukung Penerapan Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Jember

Rabu, 13 Des 2023, 05:31 WIB

Jember - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember mendukung penerapan peraturan kawasan tanpa rokok (KTR) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Kami mendukung penuh kawasan tanpa rokok itu, sebab tingkat kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah mencapai 57.000 orang setiap tahunnya dan 4.000.000 kematian di dunia setiap tahunnya," kata Dosen FKM Unej Taufan Asrisyah Ode dalam seminar nasional yang digelar di aula fakultas setempat, Selasa.

Menurutnya Jember menjadi kabupaten peringkat kelima untuk kategori perokok setiap hari pada penduduk ≥10 tahun yaitu 27,88 persen berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018, sehingga hal tersebut cukup memprihatinkan.

"Faktanya sendiri Jember menjadi penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Pada tahun 2017, Jember mengekspor tembakau cerutu senilai Rp1,5 triliun dan tembakau sebagaitrademarkkabupaten setempat," tuturnya.

Ia mengatakan bahwa persoalan itu merupakan tantangan yaitu secara sosial ekonomi masyarakat yang mayoritas sangat bergantung pada komoditas tembakau. Secara historis dan filosofis, Jember sangat erat terikat secara kultur dengan tembakau.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Jember Koeshar Yudyarto mengatakan pihaknya fokus untuk penerapan kawasan tanpa rokok tentunya skala prioritas yaitu sektor kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, lalu di sektor pendidikan seperti di sekolah.

"Kalau puskesmas Insyaallah 100 persen telah menerapkan kawasan tanpa rokok, dan Dinas Pendidikan seperti sekolah-sekolah semuanya telah menerapkannya, semuanya butuh waktu, butuh pengawasan untuk bisa menerapkan," katanya.

Menurutnya perlu adanya tindakan yang lebih intensif untuk menjadikan kawasan tanpa rokok, persentasenya akan meningkat jika ditambahkan petugas yang senantiasa selalu mengingatkan, sehingga memerlukan waktu untuk menyesuaikan kawasan tanpa rokok itu.

"Bentuk sosialisasi untuk eksternal, puskesmas melakukan penyuluhan terutama di sekolah dan pesantren dikaitkan dengan penyuluhan reproduksi dan bahaya merokok serta masalah kesehatan lainnya," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.