- Home
-
- Megapolitan
-
- Stok Minyak Goreng untuk ...
Stok Minyak Goreng untuk Natal dan Tahun Baru Aman
Selasa, 12 Des 2023, 05:21 WIBJAKARTA - Cadangan atau stok minyak goreng untuk wilayah Provinsi Jakarta selama Natal dan Tahun Baru dijamin aman. Jaminan ini disampaikn Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi, di Jakarta, Senin (11/12).
"Saya menjamin ketersediaan minyak goreng menjelang Natal dan Tahun Baru 2024," ujar Pamrihadi, dikutip Antara. Menurutnya, stok minyak saat ini diFood Station ada sekitar 265.000 liter. Pamrihadi menuturkan, stok minyak ini lebih banyak 10 kali lipat dari akhir tahun 2022.
Stok diperbanyak agar ketersediaan dan ketahanan pangan terjamin bagi warga Jakarta. Selain itu, dia juga memastikan harga minyak goreng masih sangat stabil. Secara rutin mendistribusikan ke toko-toko di Jakarta. "Masyarakat dapat memberiMinyakitadari toko-toko yang dipasok dengan harga 13.500-13.900 rupiah perliter," tambahnya.
Lebih jauh dia menuturkan, kisaran harga Minyakita tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) sehingga terjangkau masyarakat. Pamrihadi juga akan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dan BUMD Dharma Jaya guna memastikan kualitas dan stok bahan pangan.
Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, Senin (11/12), harga rata-rata minyak goreng kemasan sederhana 17.570 rupiah. Harga ini 170 rupiah. Sedangkan harga rata-rata minyak goreng curah 14.750. Ada kenaikan 50 rupiah. Adapun harga minyak goreng kemasan sederhana rata-rata di DKI Jakarta 17.180 rupiah. Sedangkan harga minyak goreng curah 15.660 rupiah.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Dinas KPKP) DKI Jakarta menjamin stok bahan pangan di DKI Jakarta aman hingga akhir tahun 2023. "Bisa saya pastikan sampai Desember sembilan bahan pokok dalam kondisi aman," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Suharini Eliawati, pekan lalu.
Perubahan Status
Sedangkan Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, menyebut telah mengubah status hukum PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroan Daerah) untuk mengoptimalkan ketahanan pangan. "Harapannya kinerja bisa lebih optimal. Dengan demikian, ketahanan pangan bisa terwujud," kata, pekan lalu.
Selain itu, Heruoptimistis perubahan status hukum tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan bahan pangan pokok beserta produk olahan lainnya. Menurut Heru, transformasi menjadi perseroda dilakukan sebagai upaya meningkatkan performa dan efisiensi perusahaan.
Ini khususnya dalam mengembangkan kegiatan bisnis serta penyesuaian struktur hukum dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017.
"Langkah tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan pengelolaan perusahaan dan mengoptimalkan kinerja. Dengan begitu akan dapat memberikontribusi ketahanan pangan Jakarta," ujar Heru.
Sebelumnya, DPRD mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Food Station Tjipinang Jaya hingga Rencana Umum Energi Daerah (RUED) DKI Jakarta menjadi Peraturan Daerah.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pantas Nainggolan menjelaskan, tujuan pendirian PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) yang diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah antara lain meningkatkan pelayanan secara profesional di bidang pangan.
Lalu turut serta dalam melaksanakan pembangunan daerah dan meningkatkan ekonomi lokal serta mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta dalam bidang pangan. Selain itu, memenuhi ketersediaan bahan pangan masyarakat khususnya di Jakarta. Lalu, menjaga kestabilan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga bahan pangan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.