Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan Perempuan, Pemprov Sulsel dan Komunitas Perempuan Bahas Ketidakadilan Gender

📅 Selasa, 12 Des 2023, 04:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan Perempuan, Pemprov Sulsel dan Komunitas Perempuan Bahas Ketidakadilan Gender Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Dialog multipihak yang membahas ketidakadilan gender dan ekonomi di Makassar, Senin (11/12/2023).

Makassar - Pemberdayaan perempuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama sejumlah komunitas pemerhati perempuan dan perempuan pesisir Makassar membahas ketidakadilan gender dan ekonomi dalam dialog multipihak di Makassar, Senin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Dr MIlyasSTMSc. pada dialog tersebut di Makassar, Senin mengemukakan bahwa Pemprov Sulsel mendorong perekonomian perempuan pesisir, termasuk kepulauan dalam hal pengolahan hasil tangkap nelayan.

Hasil tangkap nelayan yang dinilai melimpah maupun meningkat membutuhkan pengolahan di hilir, yakni peran perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan ekonomi.

"Hilirnya untuk pengolahan yang kita harapkan bahwa perempuan-perempuan atau ibu-ibu ini memilih ke situ (pengolahan ikan atau hasil laut lainnya)," kata dia.

Terkait pemberdayaan perempuan, diakui Ilyas menjadi tanggungjawab OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya, sehingga pada bagian OPD yang dipimpinnya akan berfokus pada menangani kemiskinan, khususnya pada masyarakat pesisir dan kepulauan.

Sejumlah program, kata dia, telah disiapkan untuk mengawal tujuan tersebut, seperti rumpon ikan, asuransi nelayan dan budi daya ikan di daerah pegunungan maupun daerah pesisir.

"Saya sedang berpikir keras bagaimana caranya bisa meningkatkan pendapatannya di atas Upah Minimum Regional (UMR) di Sulsel," kata dia.

Sementara itu, salah satu perempuan pesisir di Wilayah Tallo Makassar bernama Ramlah menyebut bahwa aktivitas melaut bagi nelayan sangat rentan, sebab pada waktu-waktu tertentu tidak bisa melaut.

Ia pun berkisah, salah satu tetangganya (nelayan) bersama lima orang anaknya telah ditinggal istri karena penghasilannya melaut selalu tidak tercukupi. Ini karena kondisi area pencarian nelayan tidak sebagus dulu.

"Belum lagi kita perempuan, juga harus mengurus rumah tangga dan ikut memikirkan kondisi dapur kalau musim hujan misalnya," kata dia menegaskan.

Pemerintah bersama swasta kerap mengiming-imingi pembukaan lapangan kerja, sementara daerah atau wilayah untuk mencari penghidupan dirampas.

"Banyak kebijakan pemerintah yang tidak melibatkan kami para perempuan, termasuk tidak memikirkan bagaimana hak-hak anak kami," katanya.

Pada kesempatan ini, sejumlah perempuan juga menyampaikan beberapa harapan kepada pemerintah yang disaksikan langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel.

Giat ini digelar Solidaritas Perempuan Anging Mammiri bersama Aksi! for Gender, Social and Ecological Justice yang juga menghadirkan sejumlah perempuan pesisir dari berbagai daerah, seperti Takalar dan Makassar.

Dalam dialog ini, juga dipaparkan hasil dari konsultasi wilayah yang melibatkan perempuan akar rumput di beberapa wilayah Sulawesi Selatan kepada pihak pemangku kepentingan pembangunan ekonomi dan perempuan, seperti pemerintah dan pengambil kebijakan, perusahaan, NGO/CSO lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.