Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Rentan Rawan Pangan Terus Ditekan

📅 Senin, 11 Des 2023, 09:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daerah Rentan Rawan Pangan Terus Ditekan Doc: istimewa

JAKARTA-Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan daerah rentan rawan pangan turun. Hal ini dinilai sebagai indikasi yang positif terkait ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan.

Berdasarkan Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan/ Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), kabupaten/ kota rentan rawan pangan menurun dari 74 kabupaten/ kota pada 2022 menjadi 68 kabupaten/kota pada 2023.

Plt. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan penurunan daerah rentan rawan pangan harus terus didorong dengan semangat sinergi yang kuat baik antara pusat dan daerah maupun antardaerah.

"Kami terus mengingatkan bahwa sinergi adalah kunci utama menyelesaikan tantangan pangan dan gizi yang memerlukan komitmen semua elemen untuk bersinergi bersama. Karena itu, apresiasi kepada Dinas Pangan seluruh provinsi dan kabupaten/ kota yang terus mengawal penguatan ketahanan pangan di daerah yang tentunya mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Sarwo dikutip dari keterangan resmi Bapanas, Minggu (10/12).

Sarwo juga mengingatkan menjelang momentum Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), upaya stabilisasi pangan harus menjadi perhatian bersama. Adanya neraca pangan daerah sangat strategis sebagai dasar pengambilan kebijakan dan intervensi di daerah.

Berbagai intervensi stabilisasi terus digenjot. Hingga 2 Desember 2023, Bapanas bersama dinas pangan daerah melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara serentak di 1.583 titik yang tersebar di 585 titik pada 35 provinsi dan 998 titik pada 317 kabupaten/ kota seluruh Indonesia dan penyaluran SPHP lebih dari 1.006 ribu ton dari target 1.085 ribu ton pada 2023.

"Kita juga telah melaksanakan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) untuk mendistribusikan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit, serta menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG dan BUMN Pangan untuk komoditas beras, daging ayam, dan telur bagi KPM dan KRS," urainya.

Intervensi Pengendalian

Selain itu, pada aspek pengendalian kerawanan pangan, Bapanas juga turut berkontribusi dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah rentan rawan pangan melalui intervensi pengendalian kerawanan pangan yang dilaksanakan secara piloting di 8 provinsi.

Bapanas juga tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi pangan saja, melainkan juga mengedepankan aspek keamanan pangan. Karena itu, untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan segar di peredaran, Bapanas telah meluncurkan 10 unit mobil laboratorium keliling pengawasan keamanan pangan yang dilengkapi dengan peralatan pengujian serta promosi keamanan dan mutu pangan segar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.