Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah Belum Tuntas

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 00:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah Belum Tuntas Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Distribusi pemerataan ekonomi dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) antardaerah masih menjadi tantangan utama perekonomian Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, dalam Regional Chief Economist Forum di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/12), mengatakan pemerataan hanya dapat atasi melalui pembangunan infrastruktur transportasi dan energi, serta mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bersumber dari industrialisasi dan digitalisasi.

"Kita tidak ada keraguan bahwa yang namanya pertumbuhan ekonomi, kita harus cari sumber-sumber baru," kata Suahasil.

Suahasil menilai industrialisasi Indonesia tecermin dari potensi sektor primer, seperti pertanian, tambang, perkebunan seiring perubahan struktur ekonomi menuju sektor sekunder dan tersier.

Kemudian, digitalisasi yang juga dapat dilihat dari proses perubahan bisnis yang mendorong efisiensi dan produk atau layanan baru yang lebih spesifik, contohnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Sinergi regional saat ini diarahkan menuju status standar pelayanan minimum yang mana daerah memiliki pemerataan akses dan mutu pelayanan publik pada sektor pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, kesempatan kerja, sosial, pensiun dan jaminan hari tua.

Menanggapi pernyataan Suahasil, peneliti dari Mubiyarto Institute, Awan Santosa, mengakui ketimpangan ekonomi antarwilayah di Indonesia sudah lama berlangsung penanganannya belum tuntas hingga saat ini.

Sebab itu, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan agar tercipta pemerataan.

"Pertumbuhan harus ditopang ekonomi rakyat dan koperasi serta ramah lingkungan melalui pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru (maritim)," papar Awan.

Ekonomi kalangan bawah, jelasnya, harus dirangsang agar tumbuh sehingga mereka bisa berkontribusi mengatasi masalah ketimpangan ekonomi antardaerah.

Kesadaran Bersama

Diminta terpisah, pengamat Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara Malang, Frederik M. Gasa, mengatakan salah satu elemen penting dalam upaya pemerataan ekonomi dan konvergensi PDRB adalah willingness dari pemangku jabatan tertinggi di daerah.

Proses pemerataan tidak bisa dipandang hanya dari satu sisi yakni komitmen pemerintah pusat untuk daerah, tetapi juga menyangkut sinergitas dan kesadaran bersama bahwa pemerataan akan terjadi kalau antarpemangku jabatan, dari pusat hingga daerah, punya kesadaran yang sama.

Upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang bermula dari daerah adalah upaya yang positif dan penting untuk diteruskan. Membangun Indonesia tentu tidak bisa berawal dari Jakarta saja. Wilayah dari ujung Barat hingga Timur sangat potensial dan tentu harus dimaksimalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.