Kemudahan Akses Pupuk Subsidi Pacu Produksi

Jumat, 08 Des 2023, 08:35 WIB

JAKARTA - Langkah pemerintah mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi diharapkan bisa meningkatkan produksi pangan. Terlebih lagi, produksi beras tahun ini diproyeksikan turun.

Padahal, selain akses pupuk, sektor pertanian pangan juga menghadapi beberapa kendala, seperti faktor perubahan iklim dan maraknya alih fungsi lahan. Karena itu, sejumlah terobosan diperlukan agar kondisi pangan di dalam negeri tak makin pelik ke depannya.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Makanya, kebijakan pemerintah (Kementan) merevisi aturan distribusi pupuk menjadi lebih mudah karena hanya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) sudah tepat untuk mengantisipasi penurunan produksi," kata Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia, Muhammad Qomarunnajmi, kepada Koran Jakarta, Kamis (7/12).

Sejak 2021 hingga 2023, produksi beras nasional selalu turun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, selama September-Desember 2023, terjadi penurunan produksi sebesar 0,06 juta ton dari periode sama tahun lalu. Angka itu lebih baik ketimbang penurunan produksi selama Oktober-Desember 2023 sebanyak 0,59 juta ton.

"Apabila di sisi hulu, produksi ini tak ada perubahan, dikhawatirkan tahun depan produksi akan kembali turun karena semakin nyatanya dampak perubahan iklim yang terjadi di banyak negara," ujar Qomar.

Aturan baru yang dimaksudkan Qomar ialah Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Adanya revisi itu terang Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengingat kini sejumlah daerah telah memasuki musim tanam yang mana ketersediaan pupuk menjadi salah satu yang sangat krusial bagi petani.

Mentan mengatakan dengan perubahan itu, akses petani terhadap pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah. Tidak hanya lewat kartu tani, petani dipastikan bisa mengakses pupuk hanya dengan KTP. "Kalau petani berteriak tidak ada pupuk, tiga bulan kemudian kami pastikan produksi turun. Jadi, ini harus serius dibenahi. Jika masih ada yang tidak meladeni petani soal pupuk, saya minta keluhan langsung disampaikan ke pusat, ke Kementan dan Pupuk Indonesia," pesan Amran.

Adapun Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Gusrizal, menegaskan perusahaan itu akan terus menyediakan stok pupuk untuk para petani. Saat ini, total produksi pupuk subsidi sebesar 2,8 juta ton. "Kita berkomitmen untuk terus menjalankan mandat menyediakan pupuk subsidi. Produksi pupuk subsidi dari kami sebesar 2,8 juta ton," tegas Gusrizal.

Beri Insentif

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras pada 2024 turun sebesar tiga juta ton dari sebelumnya 35 juta ton menjadi 32 juta ton. Angka tersebut setelah mempertimbangkan kondisi waktu tanam dan panen raya yang diperkirakan mundur.

"Kita target setinggi-tingginya sesuai kondisi El Nino, hanya sekarang melihat perkembangan masa tanam yang mundur," ujar Amran seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR beberapa waktu lalu.

Peneliti Mubiyarto Institute, Awan Santosa, menilai kemudahan akses pupuk subsidi bagi petani diharapkan bisa merangsang petani untuk mempercepat tanam atau tidak mengalihkan lahannya bagi tanaman lain. Menurutnya, petani memang harus diberi insentif untuk semakin gencar menanam padi. Sebab jika tidak diberi kemudahan seperti ini, petani akan malas menanam yang selanjutnya mengancam target produksi nasional.

"Dengan distribusi pupuk berbasis nomor induk kependudukan (NIK) maka petani akan terpacu untuk tanam," ungkap Awan dari Yogyakarta.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan seharusnya tidak hanya pupuk yang dibenahi, tetapi yang lebih penting ialah bimbingan teknis dan pendampingan dari petugas penyuluhan petani untuk meningkatkan produktivitas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.