Ini 11 Poin Keputusan dari Muktamar Pemikiran NU

Senin, 04 Des 2023, 01:22 WIB

Jakarta - Muktamar Pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) 2023 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (1/12)-Minggu (3/12), menghasilkan 11 poin keputusan berdasar tukar gagasan kader NU lintas generasi, akademisi, aktivis, hingga organisasi masyarakat.

"Hasil pokok-pokok pikiran dalam Muktamar Pemikiran NU kami harapkan nanti akan menjadi panduan kita atau paling tidak menjadi arah yang ingin kita tuju," ujar Steering Committee (SC) Muktamar Pemikiran NU Rumadi Ahmad dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan poin pertama menyangkut politik. Muktamar Pemikiran NU tidak memiliki pretensi politik untuk terlibat dalam dukung-mendukung pada politik elektoral.

Kedua, muktamar tersebut disebut sebagai "Muktamar Pemikiran" karena ruang publik saat ini, khususnya di media sosial, sering dilakukan secara instan, emosional, dan cepat, tetapi dangkal.

"Ketiga, perlunya mengusahakan adanya ruang percakapan yang lebih mendalam dan serius tentang berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini, di tengah-tengah pendangkalan komunikasi dan pemiskinan ide," katanya.

Poin keempat, kata dia, perlunya membawa kembali tema tentang masyarakat ke tengah-tengah percakapan publik, melihat adanya tantangan-tantangan bahkan ancaman terhadap lembaga masyarakat.

Kelima, bentuk masyarakat harus menjadi tema terbuka yang diperbincangkan oleh semua pihak. Apabila berhasil dirumuskan, harus merupakan bentuk yang terbuka (open society), bukan tertutup yang mengeksklusi yang lain.

Keenam, harus ada nilai-nilai yang mendasari bentuk masyarakat apapun yang akan dibayangkan di masa depan, seperti kejujuran, amanah dan memenuhi janji, keadilan, kerja sama, dan konsistensi.

Ketujuh, apapun bentuk masyarakat yang akan dirumuskan di masa depan itu, kedudukan utama harus diberikan kepada manusia.

"Masyarakat yang dibayangkan di masa depan adalah masyarakat manusia dan manusia harus menempati posisi sentral," katanya.

Kedelapan, meskipun gambaran masyarakat di masa depan adalah yang berposisi sebagai sentral, tapi tidak berarti aspek ekologis harus diabaikan.

Kesembilan, perkembangan yang cepat dalam bidang kecerdasan buatan perlu terus dicermati. Perkembangan-perkembangan ini tidak perlu dicurigai, apalagi ditakuti.

"Karena adanya unsur ilahiah dalam diri manusia dan karena kemuliaan derajat yang diberikan oleh Allah SWT. kepadanya, manusia akan bisa mengarahkan perkembangan dalam kecerdasan buatan," kata dia.

Kesepuluh, masyarakat di masa depan harus berlandaskan pada sejumlah visi yakni keterbukaan, keadilan, penghormatan pada keragaman, akhlak mulia, keluarga dan pengasuhan anak, pendidikan anak, hingga kesetaraan.

Kesebelas, Muktamar Pemikiran tak menolak secara total modernitas, modernisasi, dan perkembangan sosial, tapi turut merumuskan sikap terhadap perkembangan itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.