Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Sumut Turunkan Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban di Humbahas

📅 Minggu, 03 Des 2023, 16:35 WIB | Oleh:
Polda Sumut Turunkan Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban di Humbahas Doc: ANTARA/HO-Polda Sumut
Ket. Personel Polda Sumut membawa anjing pelacak untuk memudahkan mencari korban dampak bencana banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, Minggu (3/12).

Medan -- Kepolisian Daerah Sumatera Utara menurunkan anjing pelacak untuk membantu personel mencari para korban dampak bencana banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

"Polda Sumut menurunkan unit K9 atau anjing pelacak untuk membantu personel mencari para korban yang hilang karena musibah longsor;" kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi di Medan, Minggu.

Ia mengatakan adanya anjing pelacak itu diharapkan dapat membantu kerja personel untuk lebih maksimal lagi dalam pencarian di daerah bencana tersebut.

"Selain itu, Polda Sumut juga menurunkan alat berat ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Sumut telah mengirimkan pasukan tambahan sebanyak satu peleton, terdiri dari Brimob dan Sabhara menuju lokasi bencana.

Menurut Hadi bahwa Kepolisian Resor Humbang Hasundutan sudah mengerahkan personel ke daerah yang terdampak bencana sejak Jumat (1/12) malam.

"Telah bergerak menuju lokasi untuk memantau perkembangan dan berusaha untuk membersihkan jalan dan mengevakuasi korban," katanya.

Upaya penanganan dampak bencana alam di Desa Simangulampe melibatkan aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, dan warga.

Sebanyak 12 orang dilaporkan hilang saat banjir bandang dan longsor melanda Desa Simangulampe di Kabupaten Humbang Husundutan pada Jumat (1/12) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Tim SAR gabungan pada Sabtu menemukan satu dari 12 orang yang dilaporkan hilang dalam keadaan meninggal. Dengan demikian masih ada 11 orang korban bencana yang belum ditemukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.