- Home
-
- Luar Negeri
-
- Raja Charles Desak Dunia L...
Raja Charles Desak Dunia Lakukan Lebih Banyak Aksi Perangi Krisis Iklim
Sabtu, 02 Des 2023, 15:04 WIBDUBAI - Raja Charles III menyampaikan permohonan yang berapi-api kepada para pemimpin dunia di KTT COP28 UAE untuk lebih banyak melakukan aksi iklim, menegaskan komitmen Inggris dalam upaya memerangi pemanasan global di tengah keraguan terhadap agenda hijau Perdana Menteri Rishi Sunak.
Bloomberg melaporkan, dalam pidatonya yang memperjelas pandangannya mengenai perubahan iklim, raja Inggris menyampaikan secara spesifik terutama dalam bidang keuangan. Charles menyerukan kemitraan antara sektor publik dan swasta dan berbicara tentang peran yang dapat dimainkan oleh industri asuransi dalam memitigasi risiko investasi.
"Rekor kini sering dipecahkan sehingga kita mungkin menjadi kebal terhadap apa yang sebenarnya mereka katakan kepada kita," kata Raja Charles kepada para pemimpin yang berkumpul. "Pilihan kita sekarang adalah pilihan yang lebih tegas dan kelam: Seberapa berbahayakah persiapan kita untuk menciptakan dunia kita?"
Meskipun Charles telah lama memperjuangkan masalah lingkungan hidup dan menyampaikan banyak pidato tentang perubahan iklim, ini adalah pertama kalinya dia berbicara tentang COP sejak menjadi raja tahun lalu - peran yang diperkirakan tidak terlalu bersifat politis. Dia dilarang berbicara pada pertemuan puncak tahun lalu oleh pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan PM Liz Truss.
Perdana Menteri saat ini, Sunak, telah menuai kritik dari para pegiat iklim karena mengabaikan beberapa komitmen ramah lingkungan di Inggris.
Penampilan hari ini di COP28 kontras dengan Pidato Raja Charles yang pertama pada pembukaan parlemen kenegaraan bulan lalu.Saat memaparkan agenda legislatif pemerintahan Sunak, ia mengumumkan rencana untuk melakukan lebih banyak eksplorasi minyak dan gas
Meskipun Raja tidak membahas kebijakan Inggris, ia menguraikan resep yang jelas untuk mengatasi perubahan iklim dan menunjukkan pemahaman mengenai masalah ini.Sulit membayangkan ibunya, Ratu Elizabeth II, berbicara tentang jaminan risiko kerugian pertama.
Namun, dia mengakhirinya dengan retoris.
"Sebagai bagian dari sistem agung dan sakral ini, keharmonisan dengan alam harus dijaga," kata Charles."Bumi bukan milik kita, kita adalah milik Bumi."
Berita Terkait:
-
DBH Garut Anjlok Drastis! Bupati Syakur Amin Kejar Sumur Panas Bumi Baru ke Jakarta
-
Raja Charles Kunjungi AS Pekan Depan di Tengah Memburuknya Hubungan Politik di Bawah Pemerintahan Trump
-
REI Sebut Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses Rumah bagi Pekerja Informal
-
UIN Jakarta Perkuat Mutu Pendidikan Ekonomi Bisnis Cetak SDM Unggul
-
Lestari Moerdijat: Kesehatan Perempuan Jadi Penentu Kualitas Generasi dan Kekuatan Bangsa
-
Di Tengah Ketidakpastian, Astra Tetap Ngebut: Kantongi Laba Triliunan di Kuartal I
-
Konferensi APS III Siap Digelar, Mengusung Tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.