Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Golput, Partisipasi Politik Jadi Ukuran Kesuksesan Pemilu

📅 Sabtu, 02 Des 2023, 00:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Golput, Partisipasi Politik Jadi Ukuran Kesuksesan Pemilu Doc: ANTARA/HO-PWI Jateng
Ket. Analis politik Universitas Diponegoro Semarang Teuku Afrizal Ph.D saat Sosialisasi Pembekalan Pemantauan dan Pelipuan Pemilu 2024 di Jawa Tengah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Jumat (1/12/2023).

Semarang - Jangan golput, analis politik Universitas Diponegoro Semarang Teuku Afrizal Ph.D mengingatkan bahwa partisipasi politik harus ditingkatkan karena hal itu yang menjadi ukuran kesuksesan gelaran pemilihan umum.

"Partisipasi politik adalah satu instrumen yang menjadi ukuran suksesnya implementasi pemilu. Pemilu dan partisipasi adalah dua perkara yang tidak terpisahkan," katanya, di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri pada Sosialisasi Pembekalan Pemantauan dan Peliputan Pemilu 2024 di Jawa Tengah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng.

Afrizal menjelaskan bahwa partisipasi politik terwujud dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti pemungutan suara, sumbangan kampanye, bekerja sebagai anggota lembaga penyelenggara pemilu.

Ia menyebutkan tingkat partisipasi pada Pemilu 2014 sebesar 75,11 persen, pada Pemilu 2019 sebesar 81,69 persen, atau masih jauh dari partisipasi di awal reformasi 1999 yang mencapai 92,7 persen.

Padahal, partisipasi politik sangat penting bagi keberhasilan pemilu karena legitimasi pemilu bergantung pada partisipasi politik. "Partisipasi merupakan respons atau ekspresi pengakuan masyarakat terhadap penyelenggara dan kontestan (pemilu)," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu sangat signifikan dengan semakin kuatnya tatanan demokrasi dalam sebuah negara dan menjadi tolok ukur.

Dengan berpartisipasi, masyarakat turut secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Meski demikian, diakuinya ada sejumlah faktor penghambat dalam partisipasi politik, seperti masih tingginya angka golongan putih (golput) atau mereka yang tidak memilih.

Pada Pemilu 2014, tercatat angka golput mencapai 58,14 juta orang atau 30,22 persen, sedangkan pada Pemilu 2019 mencapai 34,75 persen (18,02 persen).

Kepercayaan terhadap kinerja pemerintah, kinerja partai politik, dan kebingungan menentukan pilihan, serta kapasitas calon, kata dia, juga menjadi faktor penghambat partisipasi politik.

Afrizal mengatakan ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik, yakni melakukan sosialisasi, memobilisasi relawan, melakukan kontrol sosial, dan memanfaatkan digitalisasi.

Yang tak kalah penting, kata dia, jaringan perlu dibangun dengan seluruh pemangku kebijakan dan keberadaan pemilih muda, baik dari generasi milenium dan gen-Z yang mencapai 56,45 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.