Pembangunan Sarana Dianggarkan Rp100 Miliar
- Bogor
- APBD
- kota bogor
- Pemkot Bogor
- Wali Kota Bogor
- bima arya sugiarto
- pembangunan sarana dan prasarana
BOGOR - Untuk kebutuhan membangun sarana dan prasarana wilayah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalokasikan lebih kurang 100 miliar. Biaya ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Ket. Wali Kota Bogor, Jawa Barat Bima Arya Sugiarto saat membacakan tanggapan dalam sidang paripurna pembahasan raperda 2024 di gedung dewan setempat, Kamis (30/11).
Doc: ANTARA/Linna Susanti
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai rapat paripurna mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2024 di Bogor, Kamis, mengatakan pembangunan di pusat kota sudah cukup banyak, sehingga tinggal pembangunan di wilayah.
Pemkot Bogor bersama DPRD telah menyepakati Raperda APBD 2024 sebesar 3 triliun dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bantuan dana hibah dari pemerintah pusat atau provinsi sebesar 1 miliar. Maka, rencana belanja daerah mencapai 3,1 triliun.
"Tahun depan kami menyepakati tetap memperhatikan wilayah. Memang ada beberapa ruas pusat kota yang masih lanjut. Tetapi sebagian besar yang disepakati adalah pembangunan irigasi, sarana, dan prasarana wilayah, termasuk Rumah Tidak Layak Huni," kata Bima.
Pada akhir jabatannya, Bima juga ingin program revitalisasi Terminal Bubulak di wilayah kecamatan Bogor Barat masuk ke dalam agenda perencanaan pembangunan pada tahun 2024. Menurut Bima, skema penganggaran yang menggantungkan pada bantuan dana hibah Provinsi Jawa Barat maupun DKI Jakarta sebelumnya tidak efektif.
Apalagi lebih kurang tiga tahun anggaran daerah maupun pemerintah pusat mengalami pengalihan fokus ke penanganan pandemi Covid-19. "Saya kira ada juga perencanaan untuk terminal, Terminal Bubulak. Itu yang kami akui belum maksimal karena terlalu bergantung pada permohonan bantuan Provinsi Jawa Barat maupun Jakarta," jelas Bima.