Harga Minyak Turun Setelah Penurunan Produksi OPEC+ Mengecewakan

Jumat, 01 Des 2023, 11:18 WIB

SINGAPURA - Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Jumat (1/12), memperpanjang kerugian setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan yang jauh dari ekspektasi pasar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk Februari turun 14 sen, atau 0,2 persen, menjadi $80,72 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 12 sen, atau 0,2 persen, menjadi $75,84.

Ket. Foto: Foto dari udara menunjukkan tangki minyak operator pipa minyak Transneft di terminal minyak mentah Kozmino di pantai Teluk Nakhodka dekat kota pelabuhan Nakhodka, Rusia pada 13 Juni 2022. — Sumber: CNA/REUTERS/Tatiana Meel

Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40 persen minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela sekitar 2,2 juta barel per hari (bph) untuk kuartal pertama 2024.

Setidaknya 1,3 juta barel per hari dari pemotongan tersebut merupakan perpanjangan dari pembatasan sukarela yang sudah dilakukan Arab Saudi dan Rusia.Sebelumnya, para delegasi mengatakan pengurangan tambahan baru yang sedang dibahas adalah sebesar 2 juta barel per hari.

Produksi OPEC+ sekitar 43 juta barel per hari sudah mencerminkan pemotongan sekitar 5 juta barel per hari yang bertujuan untuk mendukung harga dan menstabilkan pasar.

Total pembatasan berjumlah 2,2 juta barel per hari dari delapan produsen, kata OPEC dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.Termasuk dalam angka ini adalah perpanjangan pemotongan sukarela Saudi dan Rusia sebesar 1,3 juta barel per hari.

Pemotongan tambahan sebesar 900.000 barel per hari yang dijanjikan pada Kamis, termasuk pengurangan ekspor bahan bakar sebesar 200.000 barel per hari dari Rusia, dan sisanya dibagi di antara enam anggota.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, pemotongan sukarela Rusia akan mencakup minyak mentah dan produk lainnya.

UEA mengatakan, pihaknya setuju untuk memangkas produksi sebesar 163.000 barel per hari. Sementara Irak akan memangkas tambahan 220.000 barel per hari pada kuartal pertama.

Arab Saudi, Rusia, UEA, Irak, Kuwait, Kazakhstan, dan Aljazair termasuk di antara produsen yang mengatakan pemotongan akan dibatalkan secara bertahap setelah kuartal pertama, jika kondisi pasar memungkinkan.

OPEC+ fokus pada produksi yang lebih rendah dengan harga yang turun dari mendekati $98 pada akhir September dan kekhawatiran yang muncul atas melemahnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 dan ekspektasi surplus pasokan.

Kesuraman yang menyelimuti perekonomian dan pasar keuangan Tiongkok menunjukkan sedikit tanda-tanda perbaikan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.