• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • “Homo Sapiens' Memilih L...

“Homo Sapiens' Memilih Lahan Subur dengan Curah Hujan Tinggi

Kamis, 30 Nov 2023, 06:25 WIB

Alasan paling kuat yang ditawarkan oleh para peneliti tentang perpindahan Homo Sapiens dari Afrika ke Euroasia adalah perubahan iklim, karena manusia diasumsikan hidup dalam tanah yang subur dengan curah hujannya melimpah.

Ahli paleoklimatologi di Universitas Columbia, Peter deMenocal, memberi analogi iklim yang bertindak seperti pompa dan katup pada waktu yang berbeda. Kondisi dingin, kering, dan tidak ramah dalam jangka waktu lama menutup katup migrasi.

Ket. Foto: — Sumber: CHUANG Zhao / EUREKALERT! / AFP

Namun ketika kondisi tropis hangat dan lembab terjadi, mereka membuka katup tersebut, menghubungkan daerah-daerah berdekatan yang sebelumnya berada di luar jangkauan.

"Saya pikir apa yang hebat dari makalah ini adalah bahwa makalah ini benar-benar memperjelas peran perubahan iklim orbital dalam mengatur laju kehidupan masyarakat di dunia," tambah deMenocal dikutip dari laman sapiens.org.

Salah satu temuan yang lebih mengejutkan dari studi yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 21 September 2016 adalah bahwa studi tersebut menunjukkan adanya migrasi manusia ke Eropa selatan sekitar 80.000 hingga 90.000 tahun yang lalu kira-kira 45.000 tahun lebih awal dari bukti fosil manusia purba tertua di wilayah tersebut.

"Migrasi awal ini adalah skenario yang masuk akal, namun sangat bertentangan dengan apa yang kita ketahui tentang catatan fosil di Eropa, sehingga ini merupakan kejutan besar bagi saya," kata Timmermann. Perbedaan waktu ini, tambah dia, masih perlu diselaraskan.

"Sebelumnya tiga studi genomik yang juga diterbitkan hari ini di Nature menambah wawasan dan kompleksitas pada waktu penyebaran awal manusia. Makalah-makalah baru ini menyatu dan berbeda dengan studi paleoklimat dalam beberapa hal," kata Petraglia, yang merupakan salah satu penulis studi yang menganalisis kumpulan data hampir 500 genom dari 148 populasi di seluruh dunia.

Penelitian yang disumbangkan Petraglia memberikan bukti tambahan bahwa manusia modern muncul dari Afrika sekitar 100.000 tahun yang lalu. Meskipun studi paleoklimat baru membuka kemungkinan terjadinya migrasi manusia lebih awal dan lebih sering, kecil kemungkinan penyebaran tersebut berperan besar dalam populasi dunia, kata Petraglia. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.