Wapres Ma’ruf Amin Minta Pekerja Migran Hati-hati dengan 'Kentut Setan' di Pemilu

Rabu, 29 Nov 2023, 13:02 WIB

KUCHING - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin meminta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuching, Malaysia, untuk hati-hati terhadap isu yang memecah belah persatuan atau dia sebut "kentut setan" menghadapi Pemilu 2024.

Ket. Foto: Wapres Ma'ruf Amin di Kuching, Malaysia. — Sumber: antarafoto

"Saya bilang awas hati-hati ada kentut setan, ada isu-isu yang dibuat oleh setan, ada yang sifatnya itu tingkat RT, ada yang tingkat RW, ada juga yang tingkat nasional, ada juga global," kata Wapres Ma'ruf dalam dialog kebangsaan bersama para PMI di Kuching, Malaysia, Rabu (29/11).

Menurut Wapres, pada Pemilu biasanya banyak isu-isu yang beredar. Ada isu yang benar, namun juga banyak isu keliru yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah masyarakat. Isu untuk memecah belah itu yang disebut sebagai "kentut setan".

Istilah "kentut setan" itu diperoleh Ma'ruf saat masih menimba ilmu di pesantren. Ma'ruf bercerita ada tiga orang santri yang selalu akur dan kompak salat berjemaah. Satu orang menjadi imam dan dua orang menjadi makmum.

Namun setan tidak pernah suka kalau ada orang akur sehingga setan mencari akal untuk memisahkan tiga santri tersebut.

Akhirnya saat ketiga santri itu salat, setan kentut. Sejak saat itulah, mereka saling curiga dan menuduh siapa yang kentut saat salat .

"Imam bilang ini makmum saya kentut. Saya tidak mau lagi punya makmum yang kentut. Kata si makmumnya, ini imam ini kentut. Kalau gitu saya tidak mau lagi punya imam kentut, sejak itu terpisah, tidak saling percaya, tidak mau saling makmum dan menjadi imam," ujar Ma'ruf.

Karena itu, Wapres meminta masyarakat dan juga termasuk PMI di Malaysia untuk berhati-hati dengan "kentut setan" karena bisa memecah belah masyarakat. Wapres meminta masyarakat selalu menyaring informasi sebelum membagikannya ke orang lain.

"Istilah sekarang itu saring sebelum sharing. Kalau mau share dilihat dulu, ini bener atau tidak, pantas atau tidak. Layak apa tidak. Kalau di agama itu diajarkan supaya tabayun, tabayun itu cek ricek," ujar Wapres.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.