Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Kerja Keras, PKK Sulsel Tekankan Penanganan Stunting

📅 Senin, 27 Nov 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Kerja Keras, PKK Sulsel Tekankan Penanganan Stunting Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Ket. Penjabat Ketua PKK Sulsel Sofha Marwah menghadiri HKG PKK ke-51 tingkat Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Soppeng, Minggu (26/11/2023).

Makassar - Ayo kerja keras, PenjabatKetua Tim Penggerak (TP) PKK Sulawesi Selatan Sofha Marwah menekankan penanganan stunting pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-51 tingkat Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Soppeng, Minggu.

Ia menyampaikan sejumlah pesan penting, khususnya penanganan stunting dan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel terkait dengan ketahanan pangan.

"Penanganan stunting dan gizi buruk harus menjadi perhatian bersama," kata dia.

Istri PenjabatGubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ini mengingatkan tentang pentingnya pendataan agar penanganan tepat sasaran. Untuk stunting, pengukuran dilakukan pada usia 0-2 tahun, sedangkan untuk usia 2-5 tahun masuk kategori gizi buruk.

"Di Sulsel, angka stunting kita masih tinggi, 27 persen. Ini tentu menjadi PR bersama, dan sekarang sudah ada aplikasi Inzting yakni Ikhtiar Menzerokan Stunting, ini agar pendataan kita seragam dan penanganan tepat sasaran," katanya.

Pada kegiatan mengusung tema "Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh" itu, ia mengapresiasi pelaksanaan peringatan HKG PKK Kabupaten Soppeng yang berlangsung meriah dan dihadiri Bupati Soppeng Kaswadi Razakserta seluruh pengurus dan kader PKK Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng Kaswadi Razak mengungkapkan kasus stunting di daerah itu mencapai 1.100 kasus atau sekitar 10 persen.

Ia menyebut untuk menyelesaikan stuntingsebagai sederhana, namun harus fokus dalam penanganan.

Ia menyebut ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam pendataan terkait dengan penanganan stunting.

Ia mencontohkan di Desa Umpungengbanyak anak dikategorikan stunting karena ukuran tubuh yang tidak tinggi. Padahal, secara fisik kondisi mereka sehat.

"Di Desa Umpungeng kalau dilihat fisik anak-anak sehat sekali, apalagi kalau sudah mulai jalan. Tapi ukuran badannya tidak tinggi, akhirnya dikategorikan stunting. Padahal di sana secara genetik memang penduduknya pendek-pendek," kata dia.

Ia berharap, pemerintah daerah bersama TP PKK bersinergi dalam penanganan stunting, gizi buruk, dan kemiskinan ekstrem, yang juga menjadi program prioritas nasional.

Dalam kesempatan ini, Penjabat Ketua TP PKK Sulsel Sofha Marwah Bahtiar didampingi Ketua TP PKK Soppeng Nurjannah Kaswadimenyerahkan bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.