Keren, Mahasiswa Ini Mampu Ciptakan Obat Penyakit Kulit Hewan Ternak
Minggu, 26 Nov 2023, 21:01 WIBJambi - Keren, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jambi (Unja) menciptakan obat untuk penyakit kulit atau scabies pada hewan ternak yang berasal dari olahan lengkuas.
"Produk ini kami namai Herba Nesa Spray yang merupakan obat herbal berbahan utama lengkuas yang dapat berfungsi untuk menyembuhkan penyakit kulit atau scabies pada hewan ternak," kata Ketua Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan UnjaNandyni Zulfa di Jambi, Minggu.
Ia menjelaskan obat ini diciptakan untuk menjawab tantangan dari mahalnya harga obat penyembuhan penyakit kudis atau scabiesdi pasaran. Dengan adanya produk herbal ini menjadi pilihan bagi peternak kecil untuk mendapatkan obat hewan ternak yang berkualitas, murah, dan ramah lingkungan.
Keunikan dari penemuan ini, menurut dia, antara lain dapat menyembuhkan penyakit scabies pada hewan dengan menyemprotkannyadi bagian kulit ternak yang terjangkit scabies.
"Produk ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu menggunakan bahan alami, harga produk terbilang ekonomis dibandingkan dengan produk-produk konvensional serupa yang beredar di pasaran," katanya.
Penemuan ini, kata dia, juga sudah dipamerkan pada program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Bali beberapa waktu lalu.
Ia berharap penemuan ini ke depan dapat menjadi bisnis produk wirausaha yang dapat mereka jalankan. Hal ini sejalan dengan program pendanaan yang mereka dapatkan dari Kemendikbudristek senilai Rp15 juta.
"Motivasi tim dalam mengikuti kegiatan P2MW ini dikarenakan kami ingin berwirausaha dan memiliki pengalaman dalam berwirausaha lebih dalam. Kami ingin mengembangkan produk ini agar dapat dijangkau oleh para peternak kecil di pelosok khususnya di daerah Jambi," kata dia.
Dosen pembimbing tim Herba Nesa, Fatati mengemukakan penemuan ini menjadi bagian dari program P2MW yang mahasiswa dapatkan. Pendanaan dari Kemendikbudristek berhasil dimanfaatkan mahasiswa untuk menghasilkan produk baru bernilai jual dan memiliki manfaat.
"Penemuan mahasiswa ini masih perlu dikelola dari sisi pendampingan kewirausahaan agar produk yang diciptakan bisa digunakan oleh peternak di Jambi secara lebih luas," katanya.
Berita Terkait:
-
Mentan Amran: Bioetanol Nasional Berpotensi Hemat Devisa hingga Rp500 Triliun.
-
Qatar Sodorkan Ide Baru ke AS demi Buka Blokade Selat Hormuz
-
Tokoh AI Dunia Peringatkan Umat Manusia Mulai Kehilangan Kendali atas AI
-
3 Pekan Pulang ke Inggris, Pangeran Harry Akhirnya Tampil
-
Kemarau Mencapai Puncak, Warga Sulut Diminta Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar.
-
Selamat HUT ke-270 Kota Yogyakarta, Ketua Dewan DIY Ingatkan 5 Program Prioritas
-
Bukan Cuma APBD, Pendanaan Alternatif Jadi Kunci Lanjutkan Pembangunan LRT Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.