Ini Cara Kreatif Sulbar untuk Cegah Stunting
Minggu, 26 Nov 2023, 22:02 WIBMamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggalakkan program gerakan Ayo ke Posyandu sebagai salah satu upaya penanganan stunting.
"Pemerintah Sulbar melalui Dinkes terus melakukan penanganan stuntingyang telah menjadi permasalahan pembangunan di Sulbar dengan menggalakkan program Ayo ke Posyandu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Asran Masdy di Mamuju, Minggu.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan berbagai sektor yang ada di kabupaten di seluruh wilayah Sulbar, serta koordinasi dan membangun kerja sama juga dilakukan pada program Gerakan Ayo ke Posyandu.
Sulbar memiliki angka penderita stunting(gangguan pertumbuhan pada anak) sampai 35 persen, dan menjadi daerah dengan angka penderita stunting tertinggi kedua di Indonesia setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pemerintah berkomitmen agar anak stunting dan yang berpotensi stunting dapat diintervensi dan diberikan perhatian serius, dan program Ayo ke Posyandu merupakan upaya nyata penanganan stunting," katanya.
Ia mengatakan, dalam program Gerakan Ayo ke Posyandu, setiap balita dievaluasi kondisi kesehatannya seperti ditimbang, diukur tinggi badannya agar dapat diantisipasi bila kemungkinan mengalami stunting, seperti yang telah dilakukan di Puskesmas Desa Bambu Kabupaten Mamuju.
"Di Desa Bambu selain ditimbang, balita juga diberikan makanan tambahan bergizi dan keluarga penderita stunting diberikan bantuan beras dan telur, serta diberikan penyuluhan pernikahan dini yang menjadi pemicu terjadinya stunting bagi masyarakat," katanya.
Berdasarkan data hasil laporan program gizi melalui sistem E-Pos pemantauan gizi masyarakat (EPPGM) milik Dinkes Sulbar telah didapatkan data sasaran balita 115.808 orang yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan.
"Melalui gerakan Ayo ke Posyandu yang dilaksanakan di Sulbar, balita yang ditimbang di Posyandu telah mencapai 67.258 orang atau 58,08 persen dari jumlah sasaran balita yang akan diberikan pelayanan kesehatan di Posyandu," katanya.
Ia menyampaikan, bahwa bayi yang ditimbang dan mengalami stunting tersebut akan diberikan penanganan untuk mencegah stuntingmelalui pelayanan kesehatan secara medis dan pemberian makanan bergizi.
Ia berharap, masyarakat Sulbar khususnya orang tua yang memiliki balita sangat diharapkan balitanya tersebutditimbang agar dapat diberikan penanganan stunting.
Berita Terkait:
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
-
Kolaborasi TNI AL dan Kemendukbangga/BKKBN Atasi Stunting di Kawasan Pesisir Muara Angke
-
Polda Kepri Waspadai Peredaran Rokok Elektrik ‘Zombie’
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Kemendagri Soroti Pertumbuhan Ekonomi Hingga Stunting di Musrenbang RPJM Provinsi Aceh Tahun 2025-2029
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Pemkot Malang Tunggu Regulasi Penggunaan "Sound Horeg"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.