Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Garut: Razia Minuman Keras Harus Ditingkatkan Jelang Tahun Baru

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 17:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bupati Garut: Razia Minuman Keras Harus Ditingkatkan Jelang Tahun Baru Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Bupati Garut Rudy Gunawan (kiri) bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Garut Usep Basuki Eko (kanan) memeriksa minuman keras hasil razia di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/11).

GARUT -- Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, razia minuman keras di Kabupaten Garut, Jawa Barat, harus ditingkatkan menjelang perayaan Tahun Baru untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, jangan sampai momentum perayaan itu marak peredaran minuman beralkohol yang akhirnya merugikan banyak pihak.

"Kita sama Pak Kapolres komitmen dengan jajaran di bawah melakukan antisipasi preventif, itu sudah berhasil, kita tingkatkan standar yang lebih tinggi, jadi tahun baru itu biasanya di tempat-tempat tertentu ada pergerakan miras," kata Rudy Gunawan saat jumpa pers penyitaan 8.400 botol minuman keras hasil razia di Markas Satpol PP Garut, Kamis.

Ia menuturkan selama ini jajaran Satpol PP Garut bersama kepolisian aktif melakukan patroli untuk menyisir sejumlah tempat yang disinyalir menjual minuman keras.

Terakhir hasil operasi, kata dia, ditemukan 8.400 botol minuman keras yang dibawa menggunakan truk boks dan dari dua toko pusat perbelanjaan Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Rabu (22/11) sore.

"Kalau ini lebih banyak, sekarang itu 8.400 botol, ini uangnya mungkin ratusan juta rupiah, Rp300 jutaan," katanya.

Ia menyampaikan seluruh barang bukti itu akan disita dan diproses sesuai peraturan daerah, setelah itu minuman keras tersebut akan dimusnahkan.

Ia menegaskan di Garut tidak boleh ada yang menjual minuman keras, baik di hotel atau tempat wisata karena keberadaannya menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Nah kita, meskipun ada, yang namanya Cipanas (kawasan wisata) tidak boleh juga ada miras, cari ke tempat lain kalau mau konsumsi," katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Garut Usep Basuki Eko mengatakan, jajarannya bersama kepolisian siap memberantas peredaran minuman keras dan dipastikan tidak ada lagi ruang untuk menjual minuman memabukkan itu.

Ia menyebutkan hasil operasi terakhir mendapatkan 8.400 botol minuman keras yang hendak didistribusikan ke wilayah Garut, dan juga diakui sopirnya akan dikirim ke Kabupaten Pangandaran untuk stok penjualan Tahun Baru.

"Ya, rupanya ini mungkin cadangan untuk persiapan Tahun Baru, lumayan banyak, jadi dari toko tersebut kami dapatkan 2 ribu botol lebih, dan yang masih ada di mobil yang belum diturunkan 6 ribu botol lebih," katanya.

Ia menyatakan selanjutnya tim penyidik dari Satpol PP Garut akan memproses hukum pemilik minuman keras tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai peraturan daerah.

"Untuk pemiliknya tentu akan dijerat perda, itu ada denda atau kurungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.