Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar Tidak Kenal Usia, Sebanyak 75 Orang di Rejang Lebong Tamat Sekolah Lansia Tangguh

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belajar Tidak Kenal Usia, Sebanyak 75 Orang di Rejang Lebong Tamat Sekolah Lansia Tangguh Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Rejang Lebong
Ket. Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi melakukan pemindahan tali toga salah satu peserta didik Sekolah Lansia Tangguh di daerah itu yang diwisuda, Rabu, (22/11/2023).

Rejang Lebong - Belajar tidak kenal usia, sebanyak 75 orang masyarakat lanjut usia (lansia) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu berhasil menamatkan Sekolah Lansia Tangguh yang dilaksanakan selama enam bulan di wilayah itu.

Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi usai wisuda Sekolah Lansia Tangguh di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan 75 orang peserta didik Sekolah Lansia Tangguh Kabupaten Rejang Lebong yang menjalani wisuda tersebut berasal dari Desa Dusun Sawah dan Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Utara.

"Wisuda Sekolah Lansia Tangguh Kabupaten Rejang Lebong ini merupakan pertama di wilayah Sumbagsel. Sekolah Lansia Tangguh ini merupakan sarana pembelajaran di usia senja," kata dia.

Dia menjelaskan, menimba ilmu pengetahuan tidak mengenal usia dan bisa menjadi motivasi anak cucu mereka guna terus belajar sehingga akan terbebas dari buta aksara.

Dengan adanya wisuda sekolah ini, kata dia, memberikan gambaran tingginya angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, di mana mereka dinyatakan tamat setelah enam bulan mengikutinya.

Menurut dia, pada program Sekolah Lansia Tangguh ini para peserta yang mengikutinya selain diajari berbagai ilmu pengetahuan juga berbagi pengalaman antar sesama teman serta memupuk rasa kekeluargaan di antara mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPA3PPKB) Rejang Lebong Sutan Alim menjelaskan, peserta Sekolah Lansia Tangguh di daerah itu sebelumnya mencapai 90 peserta, tetapi setelah berjalan berkurang menjadi 75 orang.

"Peserta yang menjalani wisuda ini dari Desa Dusun Sawah sebanyak 31 orang dan dari Kelurahan Dusun Curup 44 orang," kata Sutan.

Untuk materi pelajaran pada Sekolah Lansia Tangguh itu sendiri, tambah dia, diantaranya dimensi spiritual, dimensi intelektual, dimensi emosional, dimensi sosial, dimensi profesional dan vokasional, serta dimensi lingkungan.

Deputi Keluarga Sejahtera Pemberdayaan Keluarga BKKBN Iqbal Apriansyah yang hadir dalam kegiatan ini memberikan apresiasi kepada Pemkab Rejang Lebong yang telah berhasil mewisuda 75 peserta Sekolah Lansia Tangguh.

Program Sekolah Lansia Tangguh ini, kata Iqbal diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya, serta menerapkan pola belajar berpindah-pindah sehingga bisa memberikan suasana belajar yang menyenangkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.