Diaspora Diharapkan Mampu Akselerasi Inovasi di Indonesia

Selasa, 21 Nov 2023, 03:20 WIB

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam, berharap para diaspora mampu mengakselerasi inovasi di RI. Menurutnya, para diaspora merupakan aset yang berharga bagi Indonesia untuk membangun kolaborasi internasional.

"Saat ini ratusan ribu warga Indonesia sedang ada di luar negeri, baik yang sudah selesai studi maupun yang sedang studi lanjut. Kita berharap kolaborasi internasional baik diaspora maupun mitra inventor-inventor global, maka akselerasi inovasi di Indonesia akan semakin tinggi lagi," ujar Nizam dalam rangkaian Merdeka Innovation Summit 2023, di Jakarta, Senin (20/11).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam dalam Merdeka Innovation Summit di Jakarta, Jumat (17/11). — Sumber: ANTARA/HO-Kemendikbudristek

Dia menerangkan, dalam tiga tahun terakhir, Kedaireka telah memberikan dampak nyata dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi antara perguruan tinggi dan industri. Kedaireka telah berkontribusi dalam mendongkrak peringkat Indonesia untuk kolaborasi riset dan pengembangan universitas dan industri di urutan ke-5 pada Global Innovation Index 2023.

"Untuk mengeskalasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri ke level global, Kedaireka berupaya membangun kemitraan yang kuat dengan mitra global, salah satunya dengan menggandeng para diaspora Indonesia," jelasnya.

Nizam mengungkapkan, dalam membangun ekosistem inovasi, proses link and match antara riset dan pengembangan di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri harus jadi perhatian. Menurutnya, dalam 'mengawinkan' perguruan tinggi dan industri tidak bisa hanya dari satu sisi saja, tetapi dari kedua sisi.

Dia menegaskan, pentingnya huluisasi dan hilirisasi riset di perguruan tinggi. Ketika ada problem-problem dari industri itu masuk ke kampus, akan menjadi agenda riset, menjadi agenda-agenda pengembangan, menjadi fokus di dalam pembelajaran. "Kelas akan bertransformasi menjadi problem-based, case-based, dan project-based learning dari industri. Ketika itulah kemudian akan terjadi hilirisasi," katanya.

Dia menanbahkan, hilirisasi tidak terjadi hanya karena ide dosen yang kemudian dicoba untuk ditawarkan ke industri. Menurutnya, hal tersebut belum cukup mendorong hilirisasi. "Tapi sebaliknya justru harus berasal dari permasalahan-permasalahan yang ada di dunia industri dan masyarakat," tandasnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.