Diusir Junta Mali, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Tinggalkan Pangkalan Utara

Minggu, 19 Nov 2023, 10:46 WIB

DAKAR - Misi penjaga perdamaian PBB di Mali pada Sabtu (18/11) mengatakan mereka telah meninggalkan 9 dari 12 pangkalannya di negara itu sebagai bagian dari penarikan paksa yang dilakukan Dewan Keamanan PBB.

Pada Juni lalu, junta militer Mali menuntut agar misi PBB, Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali (MINUSMA), pergi "tanpa penundaan", sehingga Dewan Keamanan PBB memulai penarikan secara tergesa-gesa. Penarikan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan selesai pada akhir tahun ini.

Ket. Foto: Pasukan penjaga perdamaian PBB dari kontingen MINUSMA dari Niger menjaga keamanan di wilayah timur Mali. — Sumber: UN/MINUSMA/Harandane Dicko

Kamp Ansongo di Mali utara diserahkan oleh kepala biro MINUSMA di kota Gao, Hawa Ahmed Youssouf, kepada pihak berwenang yang diwakili pejabat setempat Ahmed Ag Aklinine.

"Penutupan ini merupakan yang kesembilan dari 12 pangkalan MINUSMA," kata pasukan itu dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Pangkalan Ansongo, 80 kilometer (50 mil) dari Gao, dikuasai oleh kontingen dari negara tetangga Niger.

MINUSMA telah dikerahkan di Mali sejak tahun 2013 untuk menopang negara Afrika Barat tersebut ketika menghadapi pemberontak jihad yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok ISIS serta pemberontakan separatis yang dipimpin Tuareg.

Namun hubungan dengan penguasa militer yang merebut kekuasaan pada 2020 memburuk, percepatan penarikan lebih dari 11.000 tentara dan 1.500 petugas polisi yang memperburuk persaingan antara tentara, jihadis, dan separatis untuk menguasai Mali utara.

Kelompok separatis menentang MINUSMA menyerahkan pangkalan-pangkalan itu kepada pihak berwenang Mali. Itu bertentangan dengan perjanjian perdamaian sebelumnya, kata mereka.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.