RI Seharusnya Bisa Menarik Investor EBT dari KTT APEC

Sabtu, 18 Nov 2023, 00:54 WIB

JAKARTA - Indonesia dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) perlu menarik investasi sektor transisi energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT).

Ekonom dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, menyampaikan kalau untuk pengembangan renewable energy atau EBT memang memerlukan investasi, terutama dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: TEUKU RIEFKY Ekonom LPEM FEB UI - Pemerintah perlu menjamin kepastian hukum usaha, kemudahan akses lahan, hingga property rights agar iklim investasi tetap terjaga sehingga para investor yakin untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Indonesia akan terus meningkat. — Sumber: ISTIMEWA

Pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2023 yang digelar di San Fransisco, AS, dapat dijadikan momentum untuk menarik investasi ke Indonesia. Menurut dia, investasi di sektor EBT sejalan dengan target Indonesia menuju net zero emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.

Melalui forum internasional tersebut, Indonesia juga perlu meningkatkan investasi di sektor manufaktur untuk menciptakan nilai tambah dari hilirisasi.

"Apakah ini spesifik di nikel? Tidak juga. Berbagai sektor manufaktur yang mendorong hilirisasi ini menjadi baik untuk Indonesia," ujar Teuku kepada Antara.

Lebih lanjut, Teuku menyampaikan pemerintah perlu menjamin kepastian hukum usaha, kemudahan akses lahan, hingga property rights agar iklim investasi tetap terjaga sehingga para investor yakin untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Indonesia akan terus meningkat.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan investasi di sektor energi terbarukan sangat penting untuk mengubah arah pertumbuhan ekonomi yang selama ini bergantung pada energi fosil menjadi EBT karena Indonesia memiliki banyak potensi EBT.

Ketergantungan pada energi fosil telah membuat Indonesia menghabiskan banyak devisa untuk mengimpor minyak dari luar negeri. Sementara penggunaan batu bara sudah mulai ditinggalkan karena dampaknya pada polusi dunia sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

"Dengan demikian maka semua kebijakan fiskal mesti benar-benar memberi karpet merah bagi investasi energi baru terbarukan terutama dari negara-negara maju," kata Susilo.

Transfer Teknologi

Investasi yang datang dari negara maju, menurut Susilo, tidak hanya mendatangkan modal, tetapi juga ada transfer teknologi. Apalagi, Indonesia di saat yang sama bisa mengejar ketertinggalan teknologi EBT.

Indonesia harus mengakui bahwa teknologi EBT masih jauh tertinggal dan hanya bisa mengejar jika ada investasi EBT yang besar di dalam negeri.

"Jadi jangan dimudahkan. Perizinan impor barang modal kalau perlu diberi kepastian sampai puluhan tahun, dan di saat yang sama disiapkan para ahli dari dalam negeri," jelas Susilo.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.