Korut Ancam Ambil Tindakan yang Lebih Agresif

Jumat, 17 Nov 2023, 02:25 WIB

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Kamis (16/11) mengkritik kunjungan pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat (AS) ke Korea Selatan (Korsel) baru-baru ini dan berjanji akan memberikan tanggapan yang lebih ofensif terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman militer dari AS dan sekutunya, media pemerintah melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor beritaKCNA, juru bicara Kementerian Pertahanan Korut menyalahkan AS karena meningkatkan ketegangan di kawasan, merujuk pada kunjungan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, ke Seoul pekan ini.

Ket. Foto: Kunjungan ke Korsel I Menhan AS, Lloyd Austin (kiri), berjalan berdampingan dengan Menhan Korsel, Shin Won-sik, di Seoul pada 13 November lalu. Pada Kamis (16/11), mengkritik kunjungan petinggi pertahanan AS itu dan mengancam akan memberikan tanggapan yang lebih ofensif terhadap AS dan sekutunya. — Sumber: AFP/JUNG YEON-JE

Kunjungan Menhan Austin ini terjadi menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, ke Korsel pekan lalu.

"Angkatan Bersenjata Korut akan dengan kuat mengendalikan dan mengelola semua ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya dengan kemampuan penanggulangan yang lebih ofensif dan luar biasa serta melalui tindakan militer pencegah strategis yang nyata," demikian pernyataan juru bicara itu.

Selama kunjungan Menhan Austin, Korsel dan AS merevisi perjanjian keamanan bilateral yang bertujuan untuk menghalangi ancaman nuklir dan misil Korut. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan revisi ini diperlukan karena strategi yang ada, tidak cukup mengatasi kemajuan pesat dalam program misil dan nuklir Korut.

Korut mengatakan AS dan sekutunya bertanggung jawab atas memperburuk ketegangan militer di Semenanjung Korea, mengingat latihan militer skala besar yang mereka lakukan dan meningkatnya kehadiran aset strategis AS di wilayah tersebut.Penjualan Senjata

Pekan ini, Pentagon mengumumkan bahwa kementerian Luar Negeri AS telah menyetujui potensi penjualan misil Sidewinder dan Standard Missile 6 Block I ke Korsel, dimana hal ini merupakan sebuah langkah yang dikatakan akan meningkatkan keamanan sekutu utama AS tersebut.

"Usulan penjualan ini akan meningkatkan kemampuan Korsel dalam menghadapi ancaman saat ini dan masa depan sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya," kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan.

Dalam kunjungan Austin dan Blinken yang berturut-turut itu, para pejabat tinggi AS berusaha memberikan jaminan atas komitmen Washington DC terhadap kawasan tersebut, sambil menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya hubungan Russia-Korut. ST/Rtr/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.