- Home
-
- Luar Negeri
-
- BMKG: Gempa Keras dengan M...
BMKG: Gempa Keras dengan Magnitudo 6,9 Guncang Mindanao
Jumat, 17 Nov 2023, 17:24 WIBJakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo (M) 6,9 yang masuk di wilayah Mindanao, Filipina, pada Jumat pukul 15.14 WIB dirasakan hingga Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) .
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,8, dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,50 derajat Lintang Utara (LU) dan 125,18 derajatBujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 228 km barat laut Tahuna, Sangihe, pada kedalaman 63 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat deformasi batuan dalam slab lempeng Cotabato (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Mindanao. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryonodi Jakarta, Jumat.
Daryono menjelaskan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Naha V MMI (getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang).
Kemudian di Ondong, KabupatenKepulauan Talaud skala III-IV MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan ada truk berlalu, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).
Sementara di Bolaang Mongondow, Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan ada truk berlalu) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Hingga hari Jumat, 17 November 2023 pukul 15.32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," ujar Daryono.
Kendati demikian, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," katanya.
Berita Terkait:
-
Korban Tewas Gempa Filipina Meningkat Jadi 46 Orang
-
Gizi Seimbang Sangat Penting bagi Anak. Orangtua Menjadi Kunci Pelaksanaan
-
Michael Carrick Tetap Puji Permainan MU meski Kalah dari Leeds
-
Jadwal Event Jakarta April 2026: Lokasi Deep and Extreme Indonesia (DXI) dan Pameran IWA
-
Sikap China di Dewan Keamanan PBB Terkait Resolusi Selat Hormuz dan Konflik Iran 2026
-
Perempuan Diajak Hidupkan Kembali Nilai Perjuangan Kartini
-
Carlos Alcaraz Juara Australian Open 2026 Usai Hancurkan Ambisi Djokovic
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.