BNPT Nilai Perempuan Berperan Strategis Cegah Radikalisme

Kamis, 16 Nov 2023, 15:08 WIB

TARAKAN - Perempuan berperan strategis dalam mencegah radikalisme, terutama dalam membentengi keluarga dan masyarakat dari segala bentuk penyebaran dan ajakan kelompok radikal.

"Merujuk hasil survei BNPT pada 2020 menyatakan bahwa faktor yang paling efektif dalam mereduksi potensi radikalisme secara berturut turut adalah diseminasi sosial media, internalisasi kearifan lokal, perilaku kontra radikal dan pola pendidikan keluarga pada anak," kata Kasubdit Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Harianto di Tarakan, Kamis (16/11).

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara dialog yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara dan BNPT dengan tajuk Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif (TOP) "Cerdas Digital, Satukan Bangsa".

Menurut hasil survei tersebut, ada beberapa faktor yang paling efektif, termasuk peran wanita karena terkait pendidikan keluarga pada anak.

Perempuan memiliki posisi sangat vital dalam keluarga bahkan dalam masyarakat secara lebih luas, katanya karena seorang Ibu bisa menjadi partner dialog anaknya.

"Sebagai seorang istri, perempuan bisa menjadi partner diskusi suaminya dalam berbagai hal, sebagai contoh dalam pemahaman ajaran agama," katanya.

Perempuan bisa menjadi filter atau pendeteksi awal dari setiap kejanggalan yang ditemukan dalam keluarga masing-masing.

"Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama di dalam keluarga, anak mulai dikenalkan dan diajarkan dengan berbagai hal yang ada di sekelilingnya dengan keluarganya, teman-temannya, barang-barang yang ada bahkan diajarkan tentang berbagai nilai sosial, budaya dan agama yang mereka anut," katanya.

Dalam hal ini, tugas mendidik anak dalam lingkungan keluarga merupakan tugas resiprokal orang tua, tapi posisi perempuan, yakni sebagai ibu secara emosional lebih memiliki kedekatan terhadap anak.

Karena itulah, kunci penanaman karakter dan jati diri anak banyak bertumpu pada peran perempuan. Perempuan dalam peran seperti ini sebenarnya menjadi salah satu benteng dari pengaruh paham dan ideologi radikal yang saat ini juga mulai menyasar pada anak usia dini.

"Maka diperlukan upaya penanaman nilai kebangsaan, wawasan keagamaan dan kearifan lokal dalam keluarga menjadi sangat efektif sebagai filter dalam menangkal penyebaran radikalisme terorisme," katanya.

Manfaatkan Kelemahan Wanita

Sementara itu, Kabid Perempuan dan Anak FKPT Kaltara Dr Nurasikin saat jadi pembicara pada acara melibatkan 110 orang dari berbagai organisasi wanita, mahasiswi dan pelajar mengingatkan, wanita selain strategis mencegah radikalisme juga kini menjadi incaran untuk dijadikan anggota teroris.

Ada beberapa alasan umum, antara lain melibatkan wanita mengurangi kecurigaan jika membawa bom, dan berita lebih spektakuler jika yang melakukan aksi teror adalah wanita.

"Sifat wanita yang cepat merasa simpati juga dimanfaatkan kelompok teroris untuk menghimpun dana melalui sosial media," katanya.

Nurasikin yang juga seorang dosen bidang hukum di Universitas Borneo Tarakan itu mengingatkan secara yuridis jika unsur memenuhi maka berinteraksi dengan kelompok ini bisa terjerat meski beralasan atas ketidaktahuan dana yang dihimpun disumbangkan bagi tindak kejahatan terorisme.

"Jadi pesan kami berhati-hati bermedia sosial, jangan sampai tujuan baik tapi dimanfaatkan untuk kelompok ini karena saat ini mereka berkamuflase atas nama kemanusiaan," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.