Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Data Ekonomi AS

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 09:55 WIB | Oleh:
Menanti Data Ekonomi AS Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan, hari ini (14/11). Investor menantikan data inflasi dan penjualan ritel Amerika Serikat (AS), serta komentar lebih lanjut dari pejabat bank sentral setempat (The Fed) untuk panduan lebih lanjut soal kenaikan suku bunga acuan ke depan.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (14/11), bergerak di kisaran 15.695-15.780 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Senin (13/11), melemah sebesar 6 poin atau 0,04 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.701 rupiah per dollar AS.

Analis pasar mata uang Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terbatas karena investor masih mencerna implikasi downgrade utang (credit rating) Amerika Serikat (AS) oleh Moody's dari stabil menjadi negatif. "Rupiah dan mata uang regional umumnya melemah terhadap dollar AS hari ini tertekan oleh pernyataan hawkish The Fed (Federal Reserve) minggu lalu. Namun, pelemahan terbatas karena investor masih mencerna implikasi downgrade Moody's pada credit rating AS," ujar Lukman Leong di Jakarta.

Pada umumnya, implikasi downgrade utang AS oleh Moody's cenderung negatif. Kendati demikian, apabila terjadi risk-off di mana aset berisiko mengalami penurunan, dollar AS dapat berbalik menjadi aset safe-haven.

Terkait pernyataan hawkish, Gubernur The Fed, Jerome Powell sempat membuka peluang kenaikan suku bunga acuan AS lagi untuk menurunkan tingkat inflasi AS yang sampai saat ini masih belum turun ke level target 2 persen. "Investor juga cenderung wait and see menantikan data inflasi AS minggu ini yang diperkirakan akan naik 0,1 persen month to month (MoM) dan 3,3 persen year on year (YoY)," kata Lukman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.