Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penularan Penyakit, Kalbar Tetap Waspada dan Fokus Pengendalian PMK pada Ternak

📅 Senin, 13 Nov 2023, 18:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penularan Penyakit, Kalbar Tetap Waspada dan Fokus Pengendalian PMK pada Ternak Doc: ANTARA/Dedi
Ket. Rakor PMK dan PHMS Disbunnak Kalbar di Pontianak, Senin (13/11/2023).

Pontianak - Cegah penularan penyakit, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tetap waspada dan fokus pada pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, mengingat wilayah provinsi tersebut dinyatakan sempat bebas PMK akhir 2022 namun pertengahan Juni 2023 muncul kembali.

"Penyakit hewan menular strategis seperti PMK masih menjadi ancaman yang serius terhadap keberlangsungan sub sektor peternakan dan kesehatan hewan di Kalbar. Untuk itu, waspada dan pengendalian terus dilakukan," ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar Heronimus Hero saat Rapat Koordinasi PMK dan Penyakit Menular Hewan dan Strategis di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan bahwa ada akhir tahun 2022, Kalbar telah berhasil mengendalikan penyebaran wabah PMK dan dinyatakan sebagai salah satu provinsi nol kasus PMK. Tetapi pada Juni 2023 kembali ditemukan kasus PMK di Kota Pontianak dan Kabupaten Sambas dengan jumlah ternak yang terserang sebanyak 25 ekor.

"Kondisi ternak saat ini sudah sembuh 24 ekor dan dipotong paksa 1 ekor. Kondisi ini menunjukkan bahwa PMK masih tetap menjadi ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul kembali dan menyerang ternak yang mempunyai kekebalan terhadap virus PMK rendah. Berdasarkan informasi beberapa kasus yang ditemukan sebagian besar akibat ternak belum dilakukan vaksinasi PMK," kata dia menjelaskan.

Ia mengatakan bahwa upaya pengendalian PHMS di Kalbar terus laksanakan melalui vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak yang keluar masuk Kalbar. Kemudian sosialisasi dan edukasi ke peternak di sembilan kabupaten atau kota dan investigasi kasus penyakit hewan prioritas digalakkan.

"Dalam rangka pengendalian PMK telah dilaksanakan vaksinasi di 14 kabupaten atau kota dengan capaian sebanyak 97.271 dosis yang diberikan kepada hewan rentan PMK (sapi, kambing, kerbau, babi),"kata dia.

Ia menambahkan capaian vaksinasi di Kalbar tersebut masih rendah jika dibandingkan target yang harus dicapai di Kalbar yaitu sebanyak 225.000 dosis.

"Rendahnya capaian vaksinasi ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk melakukan percepatan-percepatan vaksinasi sesuai yang sudah ditargetkan. Gubernur sudah mengirimkan surat kepada bupati atau wali kota tentang percepatan vaksinasi PMK pada ternak dan harapan kami agar daerah dapat dipedomani," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.