Menko PMK Segera Kirim Bantuan Atasi Krisis Pangan di Yahukimo
Jumat, 10 Nov 2023, 16:51 WIBYAHUKIMO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengirimkan bantuan berupa logistik seperti beras, makanan siap saji, hingga vitamin untuk mengatasi krisis pangan di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. Selain dari Kemenko PMK, bantuan juga diserahkan BNPB berupa anggaran siap pakai sebesar Rp1 miliar dan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Bulog.
"Ini merupakan tindak lanjut penanganan masalah kelaparan di salah satu distrik yang ada di Yahukimo. Dan saya sudah berkunjung ke Yahukimo bahwa penanganannya sudah bagus," ujar Muhadjir di Yahukimo, Jumat.
Muhadjir mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan upaya jangka pendek dari pemerintah, agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi untuk sementara waktu.
Menurutnya perlu dilakukan upaya mitigasi dan solusi permanen yang menyeluruh untuk mengatasi bencana yang senantiasa berulang di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
Salah satunya dengan membangun lumbung sosial dan mengkaji kebutuhan pembangunan gudang logistik. Terkait hal ini akan ditindaklanjuti oleh Kemensos dengan berkoordinasi bersama BNPB.
"Kita siapkan gudang pangan, sehingga siklus masalah kekurangan bahan makanan ini teratasi. Sebetulnya (krisis pangan) selalu terjadi hanya pindah-pindah, dari distrik satu ke distrik yang lain," ujar Muhadjir.
Selain pembangunan gudang pangan, penyediaan varietas pangan dengan karakteristik lokal yang tahan cuaca ekstrem dan dapat dikembangkan di titik-titik rawan pangan, juga penting untuk segera ditangani.
Solusi lainnya yakni adaptasi teknologi tepat guna untuk pengolahan bahan pangan agar lebih awet, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada masa panen saja.
"Tentunya dengan melibatkan Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi dan kajian. Kemenko PMK dengan IPB dan Universitas Cendrawasih telah menyepakati untuk membuat teknologi pertanian yang cocok untuk daerah rawan pangan," kata dia.
Muhadjir merasakan sendiri bantuan yang akan dikirimkan ke wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah terkendala aksesibilitas dan keterjangkauan.
Bantuan yang dikirim harus melalui Bandara Sentani, kemudian terbang ke Wamena, dan baru bisa di drop ke Yahukimo.
Untuk memudahkan akses, Kemenko PMK akan mendorong supaya lintasan bandara di Yahukimo dapat diperpanjang. Dengan demikian, pesawat berbadan besar bisa terbang langsung ke Yahukimo tanpa harus melalui Wamena terlebih dahulu.
"Dan masih memungkinkan Yahukimo itu bisa langsung dari Jayapura-Yahukimo, tidak perlu ke Wamena. Karena kalau dari Jayapura ke Wamena kemudian ke Yahukimo, itu costnya tinggi," kata Muhadjir.
- Bantuan Sosial
- Menko PMK
- Muhadjir Effendy
- Krisis Pangan
- Kabupaten Yahukimo
- Kelaparan
- Papua Pegunungan
- Provinsi Papua Pegunungan
- Yahukimo
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Cara Wamendagri Ribka Haluk Atasi Kendala BPJS dan Stok Darah di Rumah Sakit Papua
-
Bulog Tulungagung Siapkan Penyaluran Banpang Usai Lebaran untuk Ratusan PBP
-
PLN Wamena Ungkap Daya Listrik 8 MW Cukup untuk 5 Kabupaten, Ini Rinciannya
-
Warga Jakarta Catat Tanggalnya, Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng Bakal Pecah, Ada Apa Saja?
-
Dominasi Pasar 2025: Xiaomi Jadi Merek No. 1 Smartphone, Tablet, dan Wearable di Indonesia
-
Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode
-
Bulog Serap Gabah Petani Lokal, Kebutuhan Beras Paser dan PPU Dipastikan Terpenuhi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.