Tenaga Kesehatan Jadi Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Hepatitis B

Rabu, 08 Nov 2023, 19:57 WIB

JAKARTA - Tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named) menjadi kelompok prioritas penerima vaksin hepatitis B mengingat mereka merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus Hepatitis B. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan imunisasi secara gratis kepada nakes dan named untuk menambah pelindungan.

"Imunisasi ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dari penularan hepatitis B, juga sebagai upaya percepatan eliminasi hepatitis B pada tahun 2030," ujar Menkes, Budi Gunadi Sadikin, dalam acara Pencanangan Imunisasi Hepatitis B untuk Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis, di Jakarta, Rabu (8/11).

Ket. Foto: Menkes, Budi Gunadi Sadikin, dalam acara Pencanangan Imunisasi Hepatitis B untuk Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis, di Jakarta, Rabu (8/11). — Sumber: Muhamad Ma'rup

Budi menuturkan, berdasarkan data Kementerian Kesehata, prevalensi Hepatitis B pada named dan nakes di Indonesia saat ini sebesar 4,7 persem. Sedangkan proporsi nakes yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.

Dia menambahkan, dari hasil skrining awal Imunisasi Hepatitis B akan diprioritaskan kepada 541.243 tenaga medis dan tenaga kesehatan. Mereka yang melakukan intervensi/tindakan medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL).

"Kenapa diberikan ke tenaga kesehatan dulu, karena sebenarnya ini sudah jalan untuk bayi, tapi baru dimulai tahun 1997. Jadi sekarang kita mulainya dari nakes dengan target sasaran diatas 500 ribu orang. Kita harapkan Februari 2024 selesai karena sudah punya pengalaman vaksin Covid-19," jelasnya.

Pencanangan imunisasi dilaksanakan di RSU Kabupaten Tangerang, Banten dan diikuti secara daring oleh 8 provinsi lainnya yakni Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan. Menkes berharap, proses imunisasi nakes dan named bisa rampung pada Februari 2024.

"Hari ini kita lakukan secara nasional (Imunisasi Hepatitis B) kepada tenaga kesehatan untuk menjaga mereka agar tidak sakit. Karena Kalau tidak dijaga bisa fibrosis, tidak dirawat naik lagi jadi sirosis, tidak dirawat naik lagi jadi kanker. Jadi ini penyakit yang lama yang bisa dicegah dengan imunisasi, karena kanker hati penyebab kematian kedua dari kanker," tandasnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu juga mengatakan imunisasi Hepatitis B pada nakes dan named diberikan secara gratis baru tahun ini. Sebelumnya, menjadi beban bagi rumah sakit dengan biaya yang mahal.

"Kemenkes juga telah menyusun dan mendistribusikan petunjuk teknis pemberian imunisasi Hepatitis B untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai pedoman dalam pelaksanaan ke seluruh dinas kesehatan di daerah," katanya.

Ketua Komite Ahli Hepatitis dan Pencegahan Penyakit Saluran Pencernaan, David Handojo Muljono berharap ke depan pelaksanaan imunisasi dapat diperluas. Menurutnya, program tersebut tidak hanya untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan dan tindakan intervensi, namun juga mencakup tenaga kesehatan dan medis lainnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.