Digitalisasi Aksara Nusantara Bisa Jaga Budaya Lokal

Selasa, 07 Nov 2023, 19:34 WIB

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan digitalisasi aksara nusantara ke dalam gawai yang beredar di Indonesia bisa membantu menjaga dan melestarikan budaya lokal khususnya untuk kalangan generasi muda.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemenkominfo, Ismail, mengatakan masuknya aksara nusantara seperti aksara Kawi, Jawa, Sunda, Pegon, dan Bali, ke gawai bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat lewat digitalisasi.

Ket. Foto: Direktur Jenderal SDPPI Kemenkominfo, Ismail — Sumber: ANTARA/Kemenkominfo

"Supaya aksara nasional sebagai properti itu bisa tetap tumbuh berkembang dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, terutama generasi muda maka digitalisasi ini merupakan salah satu jawaban yang jitu," ujar Ismail saat dikonfirmasi, Selasa (7/11).

Hal itu disampaikan oleh Ismail dalam acara Sharing Session Digitalisasi Aksara Nusantara yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ismail menilai langkah mendigitalisasi aksara nusantara lewat gawai menjadi lebih efektif untuk generasi muda karena saat ini gawai sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Apalagi gawai merupakan teknologi netral yang tidak memiliki batasan sehingga diperlukan peran pemerintah agar bisa membuat teknologi itu bermanfaat secara maksimal tidak hanya untuk mendukung produktivitas tapi juga melestarikan budaya dan memperkuat kebangsaan.

"Salah satunya dengan menambahkan hal-hal terkait budaya dalam smartphone," ujar Ismail.

Ismail mengatakan Kemenkominfo berkomitmen memberikan dukungan kepada industri yang memasukkan aksara nusantara ke gawainya dan dapat menghitung upaya tersebut sebagai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Harapannya akan mendorong para pelaku di industri untuk memasukkan aksara nusantara ke perangkat-perangkat elektronik tersebut.

"Nantinya bisa jadi opsi tambahan untuk menambah bagian TKDN agar semakin banyak kontribusi produk lokal dalam satu produk," kata dia.

Ismail yakin bahwa bangsa Indonesia ke depannya dapat menjadi bangsa yang progresif dan proaktif dengan menjaga aksara lokal sebagai bagian budaya yang penting untuk menjaga nilai kebangsaan.

"Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga properti ini," demikian kata Ismail. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.