Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua MPR Puji Konsistensi GRANAT Berantas Narkoba

📅 Senin, 06 Nov 2023, 01:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua MPR Puji Konsistensi GRANAT Berantas Narkoba Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Ketua MPR RI
Ket. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberi sambutan saat acara peringatan 24 tahun Gerakan Nasional Anti-Narkotika (GRANAT) di Jakarta, Sabtu (4/11).

Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo memuji konsistensi Gerakan Nasional Anti-Narkotika (GRANAT) yang selama 24 tahun membantu pemerintah dan aparat penegak hukum memberantas penyalahgunaan narkoba.

Bambang Soesatyomenyampaikan GRANAT di bawah pimpinan Ketua Umum Henry Yosodiningrat aktif menjalankan program-program pencegahan dan membantu rehabilitasi para pecandu narkoba.

"Tidak kalah pentingnya adalah langkah-langkah alternatif yang sering dilakukan GRANAT dalam berbagai kegiatan dan aksi kolaborasi, yaitu langkah preemtif, preventif, dan rehabilitasi," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, saat peringatan 24 tahun GRANAT sebagaimana dikutip dari siaran persnya di Jakarta, Minggu (5/11).

Oleh karena itu, dia menilai kehadiran GRANAT penting karena persoalan narkoba tidak hanya urusan aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi persoalan bersama.

Masalah penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan akut yang membutuhkan kerja sama dari seluruh kelompok masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

"Data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2021, jumlah kasus narkoba di Indonesia tercatat sebanyak 1.184 kasus, melibatkan tersangka sebanyak 1.483 orang. Jumlah tersebut meningkat pada 2022 menjadi 1.350 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 1.748 orang," katanya.

"Tahun 2023 ini, pada periode Januari hingga Juli saja, tercatat sudah ada 1.125 kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 1.625 orang. Prevalensi pengguna narkoba juga terus menunjukkan peningkatan yang tahun ini mencapai 4,8 juta orang," kata Ketua MPR RI menambahkan.

Dia melanjutkan kerugian materiil yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba itu juga meningkat. Nilai kerugian biaya ekonomi akibat narkoba pada 2013 sebesar Rp57 triliun, meningkat menjadi Rp63 triliun pada 2015. Pada 2021, angka itu melonjak menjadi Rp84 triliun.

"Dari aspek pengguna narkoba di Indonesia, ternyata didominasi oleh kelompok usia produktif antara 25 hingga 49 tahun. Yang lebih memprihatinkan, jumlah keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam kasus narkoba juga terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Megapolitan
Bogor Siapkan Bansos untuk ...
Megapolitan
Keluarga Didorong Jadi Moto...

AI Dimanfaatkan untuk Atasi Kekumuhan

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
AI Dimanfaatkan untuk Atasi...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.